Kakek di Simalungun Dipenjara 2 Bulan karena Ambil Getah Karet Seharga Rp17.400

Dharma Setiawan ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 16:04 WIB
Kakek di Simalungun Dipenjara 2 Bulan karena Ambil Getah Karet Seharga Rp17.400
Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan saat menemui Kakek Samirin yang di dalam penjara gegara sisa getah karet. (Foto: iNews/Dharma Setiawan)

SIMALUNGUN, iNews.id – Samirin, kakek berusia 69 tahun yang mengambil sisa getah karet divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Simalungun penjara dua bulan empat hari. Dia dinyatakan bersalah atas pencurian yang dilaporkan salah satu perusahaan perkebunan swasta di Simalungun, Sumatera Utara.

Kasus hukum yang mendera kakek pengembala sapi ini menjadi perhatian anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan. Dia bahkan mengajukan diri sebagai jaminan agar terdakwa dapat dibebaskan dari jerat hukum.

“Saya baru dapat laporannya tiga hari lalu. Saya kaget persidangan sudah tahap penuntutan dan kini sedang agenda vonis. Warga ini dari dapil saya. Saya datang dengan pengacara untuk ajukan eksepsi dan menjadikan diri sebagai jaminan untuk pembebasan terdakwa,” ujar Hinca, Rabu (15/1/2020).

BACA JUGA: Kakek di Simalungun Dituntut 10 Bulan Penjara karena Mengambil Getah Karet

Menurutnya, Kakek Samirin dilapor mencuri bekas getah karet setara 1 kg atau seharga Rp17.400. Getah itu dia jual untuk dibelikan rokok.

“Kakek Samirin ini pengembala sapi, dia mengutip sisa orang mengambil getah kareta dan ditangkap. Saya di sini bukan intervensi. Pengadilan berdaulat penuh, saya hanya ingin memberi diri agar terdakwa bisa bebas. Jaminannya diri saya,” katanya sebelum sidah vonis.

Setelahnya dalam sidang pembacaan vonis, Majelis Hakim PN Simalungun menyatakan terdakwa bersalah karena melanggar Undang-Undang Nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan. Terdakwa divonis dua bulan empat hari. Putusan ini jauh lebih dari tuntutan jaksa dengan penjara selama 10 bulan.

Dengan vonis tersebut, Kakek Samirin langsung bebas karena sudah menjalani hukuman penjara sejak November 2019 lalu. Putusan ini disambut haru keluarga terdakwa yang datang. Istri terdakwa Samiaty bahkan sampai menangis bahagia mendengar putusan hakim.

“Terima kasih untuk semuanya. Perasaan saya saat ini senang sekali. Anak-anak dan cucu sudah menunggu di rumah,” kata Samiaty.


Editor : Donald Karouw