Kantor Perkumpulan Warga Jawa di Deliserdang Terbakar, Ada Tercium Bau Minyak Tanah

Sindonews, M Andi Yusri ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 18:06 WIB
Kantor Perkumpulan Warga Jawa di Deliserdang Terbakar, Ada Tercium Bau Minyak Tanah
Kantor Senopati Forum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) Deliserdang yang terbakar Rabu (26/2/2020) dini hari. (Foto: SINDOnews/Andi Yusri)

DELISERDANG, iNews.id – Kantor Senopati Forum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara terbakar Rabu (26/2/2020) pukul 02.30 WIB. Belum diketahui asal sumber api, namun tercium bau minyak tanah di lokasi kejadian.

Ketua FKWJ Deliserdang Sugeng Abdi Rasuli (40) mengatakan, selain menjadi kantor perkumpulan warga Jawa, bangunan itu juga dia jadikan sebagai tempat tinggal bersama keluarganya.

Saat kejadian, awalnya dia dibangunkan istri untuk membuatkan susu karena anak mereka menangis. Dia kemudian keluar kamar dan melihat seperti ada cahaya di bagian dapur. Saat dicek ternyata itu kobaran api.

"Kejadiannya kan dini hari, gak ada warga yang tahu. Saya sendiri sama anak paling besar umur 13 tahun yang memadamkannya. Kebetulan di belakang dapur ada kolam lele, jadi bisa cepat dapat air," kata Abdi, Kamis (27/2/2020).

Menurutnya, ada muncul dugaan kesengajaan dalam kebakaran ini. Sebab saat api sudah padam, tercium bau minyak tanah.

"Kalau terbakar kan bau gosong. Tapi ini bau minyak lampu (minyak tanah) terasa kali. Makanya, dugaan kami ini dibakar orang," katanya.

Sugeng mengakui jika sudah menaruh kecurigaan terhadap pelaku yang membakar Kantor Senopati FKWJ Deliserdang sekaligus tempat tinggalnya tersebut.

"Ada, tapi belum bisa saya kasih tahulah," ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Batang Kuis AKP Madianta br Ginting mengatakan, peristiwa kebakaran itu masih dalam penyelidikan.

“Laporannya tadi sudah masuk. Tim Inafis Polresta Deliserdang juga telah ke lokasi untuk olah TKP," kata Madianta.

Dipastikan tak ada korban dalam kebakaran tersebut. Kerugian materiel yang ditimbulkan akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp4 juta.


Editor : Donald Karouw