get app
inews
Aa Text
Read Next : Rekonstruksi Suami Bunuh Istri di Asahan Ricuh, Ibu Korban Mengamuk Histeris

Kapal Terbakar di Selat Malaka, 7 ABK Selamat dan 2 Lainnya Hilang

Senin, 13 Agustus 2018 - 15:03:00 WIB
Kapal Terbakar di Selat Malaka, 7 ABK Selamat dan 2 Lainnya Hilang
Salah satu ABK yang selamat ditangani tim medis usai insiden kapal terbakar di Perairan Selat Malaka, Senin (13/8/2018). (Foto: iNews/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Sebuah kapal nelayan KM Aires bermuatan 28 GT mengalami kebakaran saat berlayar di Perairan Selat Malaka, dekat wilayah Kabupaten Asahan, Senin (13/8/2018) pagi. Tujuh anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan sedangkan 2 orang lainnya termasuk nakhoda masih hilang.

Komandan KAL Viper Satrol Lantamal 1 Mayor Laut Firman memaparkan, kapal tersebut terbakar tepatnya di koordinat 04 01,278 LU-0928 47,823 BT, atau 9 mil dari arah utara Bui-Bui. Kapal yang berbendera Indonesia tersebut tengah mencari ikan.

Pihaknya pertama kali mengetahui ada kebakaran kapal di tengah laut berdasarkan laporan dari pengawas penjaga KAL Viper bernama Kopda Atmin Saefat. Dia melihat ada kepulan asap di tengah laut sekitar pukul 06.00 WIB. lalu melaporkannya kepada Firman.


Mayor Laut Forman selanjutnya memerintahkan KAL Viper menuju lokasi terdeteksi kepulan asap. Sesampai di lokasi, pihaknya mendapati ada kapal nelayan bernama KM Aires bermuatan 28 GT yang tengah terbakar.

“Kami langsung melakukan evakuasi terhadap korban. Di saat bersamaan, kapal nelayan lainnya juga sudah tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan,” paparnya.

Tim berhasil menyelamatkan tujuh ABK, yakni Musa (28), Abdi R Nasution (32), Parijal (26), Dandi Saputra (19), Marihot Manulang (36), Darwis (32), dan Lampok (30). Sementara dua ABK lainnya masih hilang, yakni Anton (40) dan nakhoda kapal, Tutur (40).

Berdasarkan keterangan salah seorang ABK yang berhasil selamat, Musa, mereka berangkat melaut untuk mencari ikan sekitar pukul 04.00 WIB. Saat berada di laut sekitar pukul 04.30 WIB, dia melihat api yang berasal dari ruang mesin kapal. “Selanjutnya kami melakukan upaya pemadaman dengan cara menyiramkan air,” ujarnya.

Namun, upaya mereka memadamkan api tidak membuahkan hasil. Angin yang bertiup kencang membuat api semakin membesar dan membakar kapal. “Karena merasa upaya kami sudah tidak membuahkan hasil, kami memilih melompat kelaut untuk menyelamatkan diri sembari menunggu pertolongan. Tidak lama kemudian, baterai aki kapal meledak,” ungkap Musa.

Editor: Maria Christina

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut