Kasus Perdagangan 2 Bayi Orangutan di Langkat, Gakkum KLHK Tetapkan 1 Tersangka

Stepanus Purba · Selasa, 04 Februari 2020 - 11:58 WIB
Kasus Perdagangan 2 Bayi Orangutan di Langkat, Gakkum KLHK Tetapkan 1 Tersangka
Dua anak orangutan yang diselamatkan BBTNGL dari perdagangan satwa ilegal di Langkat, Sumut. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Sumatera Seksi Wilayah I menetapkan Riswansyah alias Iwan Gondrong (39) sebagai tersangka dalam kasus perdagangan bayi orangutan. Iwan ditangkap petugas di Dusun Kwala Nibung, Desa Pula Rambung, Kecamatan Bahorok, Langkat pada Jumat (10/1/2020).

Direktur Jenderal Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, sebelum menetapkan status tersangka, mereka telah memanggil Iwan Gondrong sebanyak dua kali. Namun tak satu pun panggilan yang diindahkan tersangka.

"Akhirnya tersangka IG dijemput di Stabat. Setelah penyidik bekerja sama dengan petugas TNGL mencari keberadaan yang bersangkutan dan selanjutnya memeriksanya," ujar Rasio, Selasa (4/2/2020).

Dia menjelaskan, penetapan status tersangka ini usai penyidik memiliki dua alat bukti. Tersangka dikenakan Pasal 21 ayat 2 huruf a Jo, Pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Rasio menegaskan, penegakan hukum kejahatan satwa yang dilindungi merupakan prioritas pemerintah. Kejahatan terhadap satwa dilindungi seperti ini telah menjadi perhatian publik luas, baik di Indonesia maupun negara lain sehingga butuh penanganan serius.

"Kami harus melindungi kekayaan hayati, khususnya orangutan. Orangutan merupakan satwa exotic dan hanya ada di Indonesia. Saya tegaskan, pelaku kejahatan terhadap orangutan harus dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera," katanya.

Pengungkapan perdagangan bayu orangutan ini berawal dari adanya informasi yang diperoleh Balai Besar TNGL, Jumat (10/1/ 2020). Tersangka memperjualbelikan dua anak Orangutan melalui media sosial berjenis kelamin jantan dan betina. Petugas langsung bergerak dan menangkap tersangka di kediamannya.


Editor : Donald Karouw