Kasus Serda Iman Tewas saat Tarung Derajat, Kodam Bukit Barisan Bentuk Tim Investigasi

Iman Jaya Lase, Antara ยท Selasa, 12 November 2019 - 15:48 WIB
Kasus Serda Iman Tewas saat Tarung Derajat, Kodam Bukit Barisan Bentuk Tim Investigasi
Serda Iman Berkat Gea saat disemayamkan dalam rumah duka di Desa Binaka, Kota Gunungsitoli, Kamis (7/11/2019). (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

MEDAN, iNews.idKodam Bukit Barisan membentuk tim khusus untuk menginvestigasi kematian Serda Iman Berkat Gea (23), prajurit Kompi B Yonif 122/TS Dolok Masihul, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara. Tim akan mengusut penyebab kematian Serda Iman saat latihan bela diri tarung derajat di Batalion 122/TS.

"Tim investigasi masih terus bekerja di lapangan untuk menyelidiki penyebab meninggalnya prajurit saat latihan bela diri," ujar Kepala Penerangan (Kapenrem) Bukit Barisan Kol Inf Zeni Djunaidhi di Medan, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, jika ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian dalam pelaksanaan latihan hingga menyebabkan korban meninggal, maka akan diberikan sanksi.

"Tim masih mengumpulkan data dan meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadiannya," kata Zeni.

Dia mengungkapkan, peristiwa yang dialami Serda Iman merupakan kejadian internal di Batalion 122/TS dan sedang diverifikasi tim investigasi.

"Pihak batalion juga telah mendoakan korban yang mengalami musibah dan mengantarkan jenazah Serda Iman ke kampung halamannya di Kabupaten Nias dengan menggunakan pesawat terbang," ucapnya.

Sebelumnya, anggota TNI AD Serda Iman meninggal dunia ketika sedang sparing bela diri dengan rekannya Pratu AR di Kompleks Batalion 122/TS Dolok Masihul, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, Senin (4/11/2019) pukul 17.15 WIB.

Saat itu, Serda Iman terkena tendangan di bagian dada kiri oleh Pratu AR dan terjatuh. Korban sempat bangkit, namun terjatuh lagi hingga tidak sadarkan diri.

Selanjutnya, personel bagian kesehatan Kompi B Yonif 122/TS membawa Serda Iman ke Klinik Buah Hati di Dolok Masihul. Namun pada pukul 18.00 WIB, Serda Iman dinyatakan meninggal dunia.

Atas kematian ini, keluarga Serda Iman telah membuat laporan ke Subdetasemen Polisi Militer (Subdenpom) I/2-5 Nias. Mereka menuntut keadilan atas kematian pemuda asal Desa Binaka, Kecamatan Idanoi, Kota Gunungsitoli itu, yang dinilai janggal.

Laporan itu disampaikan oleh adik Serda Iman bernama Angandrowa Gea (21), didampingi kuasa hukum Yulius Laoli ke Unit Pelayanan dan Pengaduan Polisi Militer Subdenpom I/2-5 Nias di Jalan Gomo Gunungsitoli, Jumat (8/11/2019) pukul 12.00 WIB.

Mereka telah menerima Surat Tanda Laporan Pengaduan Nomor: 01/XI/2019 yang ditandatangani oleh penerima laporan Kopda NRP Suhemi dan diketahui Komandan Subdenpom I/2-5 Nuas Kapten Cpm Wigus Siswoyo.

Dalam laporan juga disebutkan, keluarga melaporkan dugaan kejadian tindak pidana kejahatan terhadap Serda Iman Berkat Gea Nrp 21180000390396 Danru 3 Ton 1 Ki B Yonif 122/TS pada Senin 4 November 2109 pukul 18.00 WIB. Laporan ini juga sesuai dengan laporan polisi nomor LP 04/A-04/XI/2019 tanggal 8 November 2019.


Editor : Donald Karouw