Kasus Suap, KPK Periksa 22 Mantan dan Anggota DPRD Sumut

Stepanus Purba ยท Senin, 16 April 2018 - 11:11:00 WIB
Kasus Suap, KPK Periksa 22 Mantan dan Anggota DPRD Sumut
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: iNews.id/Richard)

MEDAN, iNews.id - Sebanyak 22 orang mantan dan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Senin (16/4/2018) dijadwalkan menjalni pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mako Brimob Polda Sumut. KPK akan mengorek keterangan terkait 38 tersangka yang baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap 22 saksi yang digelar hari ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan sejumlah saksi yang didatangkan sebelumnya. "Hari ini penyidik KPK akan memeriksa 22 orang saksi yang merupakan mantan dan anggota DPRD Sumut untuk 38 tersangka. Hal ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan terhadap sekitar 50 saksi sebelumnya," kata Febri dalam keterangan persyang diterima iNews.id, Senin (16/4/2018).

Dia menerangkan, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dan memilah kasus dugaan penerimaan suap terhadap 38 anggota DPRD Sumut yang telah ditetapkan sebagai tersangka. "Terutama hubungannya dengan kewenangan dan periode jabatan masing-masing. Diduga penerimaan suap terkait dengan empat kondisi. Mulai dari persetujuan laporan pertanggungjawaban gubernur hingga membatalkan interpelasi," ungkapnya.

Febri menekankan, agar semua saksi yang akan diperiksa bersikap kooperatif agar dapat dipertimbangan sebagai faktor yang meringankan. Sebelum0nya dalam penanganan kasus suap Gatot Pujonugroho, sebanyak 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut ditetapkan sebagai tersangka baru. Mereka adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar. Kemudian, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, dan Dermawan Sembiring.

Selanjutnya ada nama Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean. Nama-nama tersebut disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor : Achmad Syukron Fadillah

Bagikan Artikel: