Keberatan dengan Tuntutan Jaksa, Massa Ormas Demo di Kejati Sumut

Stepanus Purba ยท Senin, 09 Maret 2020 - 16:06 WIB
Keberatan dengan Tuntutan Jaksa, Massa Ormas Demo di Kejati Sumut
Massa ormas saat berunjuk rasa di Kejati Sumut, Senin (9/3/2020). (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Sejumlah anggota organisasi massa (massa) yang tergabung dalam Badan Penyuluhan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Kota Medan berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), Senin (9/3/2020). Dalam tuntutannya, massa pendemo meminta Kajati mengevaluasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan atas perkara pembunuhan terhadap rekan mereka Syahfila Hasan Affandi di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Massa menilai, tuntutan yang diberikan jaksa Kejari Medan kepada tersangka pembunuhan sangat rendah dan tidak memenuhi rasa keadilan.

"Sehubungan dengan tuntutan 4 tahun dari jaksa penuntut umum kepada pelaku pembunuhan Hasan Affandi, kami BPPH Pemuda Pancasila Kota Medan menyatakan keberatan," ujar pimpinan aksi Fahrul Hafiz Effendi, Senin (9/3/2020).

Menurutnya, telah terjadi ketidakadilan terkait dengan tuntutan tersebut. Selain itu menilai hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kredibilitas penegak hukum yang harusnya menjadi tempat mencari keadilan.

Dalam aksi itu, mereka juga meminta agar Kajati Sumut mencopot Kajari dan Kasipidum Kejari Medan.

"Copot Kasipidum dan Kajari Medan karena diduga adanya praktik suap dalam memberikan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan," katanya.

Dikutip dari dakwaan JPU disebutkan, kasus ini terjadi setelah kegiatan Rapat Pemilihan Pengurus Pemuda Pancasila Anak Ranting Pangkalan Mansyur di Kantor Kelurahan Pangkalan Mansyur pada Minggu (8/9/2019) pukul 16.30 WIB.

Korban Syahdila Hasan Affandi bersama beberapa temannya dari ormas PP pergi menuju ke warung di Jalan Eka Rasmi, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor. Mereka hendak bersilaturahmi dengan ormas IPK dan menanyakan mengenai spanduk milik ormas PP yang dicopot. Namun justru terjadi bentrokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dalam kasus ini, lima terdakwa yakni Irwansyah alias Iwan Bebek, Sutiyono alias Penong, M Suheri Alfaris alias Harri Porter, Dedi Syahputra alias Tamil dan Putra Riokardo alias Rio dituntut 4 tahun penjara oleh JPU Joice Sinaga dan Artha Sihombing.


Editor : Donald Karouw