Kecelakaan Kereta Api Barang Tabrak Minibus di Perbaungan Sumut, 1 Orang Tewas

Antara ยท Senin, 20 Januari 2020 - 07:40 WIB
Kecelakaan Kereta Api Barang Tabrak Minibus di Perbaungan Sumut, 1 Orang Tewas
Ilustrasi kecelakaan kereta. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.idKecelakaan melibatkan kereta api barang dan minibus terjadi di Kilometer (KM) 38 + 900 Petak Jalan Lidah Tanah - Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, Minggu (19/1/2020) malam. Dalam kejadian ini, pengemudi minibus meninggal dunia.

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut M Ilud Siregar membenarkan adanya kecelakaan kereta api barang KLB V1/10195 yang tertemper satu unit mobil minibus. Lokasi tabrakan di perlintasan tanpa palang pintu.

"Kecelakaan terjadi pukul 18.40 WIB dan menimbulkan berbagai dampak. Mulai kerugian akibat kerusakan KA dan termasuk keterlambatan perjalanan kereta di beberapa rute," ujarnya, Minggu (19/1/2020) malam.

BACA JUGA: Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk Kontainer di Jombang, 2 Tewas dan 5 Luka-Luka

Menurutnya, milai kerugian masih dalam pemeriksaan unit sarana KAI Divre I Sumut. Sementara perjalanan yang terganggu, yakni  KA U55 Kereta Api Sribilah relasi Rantauprapat-Medan dan KA U68 Kereta Api Putri Deli relasi Medan-Tanjungbalai.

"KAI sudah menyampaikan soal keterlambatan perjalanan dan meminta maaf kepada penumpang," ujarnya.

Ilud mengakui hingga saat ini angka kecelakaan di pintu perlintasan resmi dan tidak resmi maupun di ruang manfaat jalur kereta api masih tinggi. Pada tahun 2019, jumlah kecelakaan tercatat terjadi sebanyak 108 kali.

Jumlah kecelakaan itu masing-masing 6 kali kejadian di perlintasan resmi dan 50 kali di perlintasan tidak resmi, serta 36 kali pejalan kaki dan 16 hewan ternak di daerah ruang manfaat jalur kereta api. Penyebab kecelakaan terbanyak disebabkan oleh pengguna jalan masih tidak disiplin saat melewati perlintasan.

"Manajemen KAI berharap peran serta masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api semakin besar dengan turut serta menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan kereta api," katanya.


Editor : Donald Karouw