Kejaksaan Terima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Pembunuhan Hakim PN Medan

Stepanus Purba ยท Senin, 13 Januari 2020 - 12:05 WIB
Kejaksaan Terima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Pembunuhan Hakim PN Medan
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat gelar perkara kasus pembunuhan berencana hakim PN Medan dengan tersangka istrinya di Mapolda, Rabu (8/1/2020). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pembunuhan Jamaluddin. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan ini diduga dibunuh istrinya Zuraidah Hanum (41) dengan menyuruh dua orang eksekutor, yakni Jefry Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29). Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Medan Parada Situmorang mengatakan, SPDP ini merupakan bentuk checks and balances dalam menjalankan kewenangan penyidikan. Kejari juga telah menunjuk jaksa penuntut umum sebagai pemegang kekuasaan penuntutan. Jaksa ini memiliki hak menentukan suatu penyidikan perkara telah lengkap atau belum.

BACA JUGA: Polisi Reka Ulang Pembunuhan Hakim PN Medan, dari Kafe hingga Lokasi Pembuangan Mayat

"Dalam konteks itulah penyidik (polisi) memberitahukan melalui surat kepada penuntut dimulainya penyidikan. Semacam koordinasi saja, karena nanti yang maju (persidangan) kan jaksa,” ujar Parada, Senin (13/1/2020).

Dia mengungkapan, Kejaksaan bersama dengan polisi akan melakukan rekontruksi atas kasus pembunuhan Hakim PN Medan.

“Hari ini tim Kejari Medan bersama Polrestabes Medan gelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP),” katanya.

BACA JUGA: Begini Pengakuan Anak Hakim PN Medan saat Tahu Ayahnya Dibunuh Ibu Tiri

Menurutnya, proses perkara ini masih ditangani polisi. Bila memang layak dan berkas telah lengkap, maka akan dilimpahkan ke Kejaksaan untuk digelar persidangan.

“Ada prosedur dalam penanganan setiap perkara. Kami pasti berkoordinasi dengan penyidik agar segera pelimpahan ke persidangan,” katanya.

Dalam kasus pembunuhan hakim PN medan tersebut, polisi telah menetapkan tiga tersangka. Mereka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati.


Editor : Donald Karouw