Kejari Labusel Teliti Berkas Perkara Tersangka Anggota DPRD Pencabut Kuku Sopir

Fachrizal ยท Kamis, 17 September 2020 - 11:06 WIB
Kejari Labusel Teliti Berkas Perkara Tersangka Anggota DPRD Pencabut Kuku Sopir
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Labusel, Symon Moris Sihombing memberikan keterangan perkembangan berkas perkara anggota DPRD Labusel IF di Kotapinang, Kamis (17/9/2020). (Foto: iNews/Fachrizal)

KOTAPINANG, iNews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu Selatan (Labusel) telah menerima berkas perkara tersangka kasus dugaan penganiayaan berat, anggota DPRD Labusel, Imam Firmadi (IF), dari Polres Labuhanbatu untuk dilimpahkan ke pengadilan. Namun, Kejari masih meneliti berkas hasil penyelidikan tersebut karena tiga rekan Imam yang sempat buron sudah tertangkap.

"Kami harus meneliti ulang berkas kasus IF karena tiga tersangka baru ditangkap dan berkas berubah," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Labusel, Symon Moris Sihombing di Kotapinang, Kamis (17/9/2020).

Symon mengatakan, perubahan berkas perkara bisa saja terjadi karena tiga orang tersangka lain yang sempat DPO baru diproses. Mereka merupakan saksi mahkota untuk anggota Fraksi PDIP itu, yakni bersama-sama melakukan suatu perbuatan tindak pidana atas laporan korban bernama Muhammad Jefry Yono.

Sementara, tim pinyidik kepolisian belum cukup meminta keterangan dari saksi mahkota, satu sama lainnya. Kejari Labusel tetap melakukan koordinasi formal berkas perkara untuk menuntaskan kasus tindak pidana yang menyita perhatian publik ini.

"Kami terus melakukan koordinasi dengan kepolisian, melakukan gelar perkara, baik formal berkas perkara," ujarnya.

Menurut Symon, dalam kasus ini, penting untuk memahami alasan kasus penganiayaan Imam Firmadi dengan kasus tuduhan pencurian Muhamad Jefry Yono saling berkaitan. Namun, konteksnya menjadi kesatuan berkas perkara yang berbeda.

Dia juga mengatakan, penuntut umum akan bekerja dengan profesional dan berhati-hati dalam menangani kasus melibatkan oknum legislator itu. "Kami sangat profesional dalam menangani kasus ini," ujar Symon.

Diketahui, Imam Firmadi melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan berat bersama tiga orang rekannya pada akhir Juni 2020. Pemicu penganiayaan diduga karena perselisihan dalam peminjaman sepeda motor oleh seorang sopir bernama Muhammad Jefry Yono.

Berdasarkan laporan, korban mengalami luka serius di sekujur tubuh. Anggota DPRD Labusel dari Fraksi PDIP itu dilaporkan telah mencabut paksa kuku kaki kelingking kiri korban dengan penjepit sejenis tang. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 170 ayat 2 junto pasal 353 ayat 2 dengan acaman sembilan tahun penjara.


Editor : Maria Christina