Kena OTT Polda Sumut, Kadis Penanaman Modal Terancam 20 Tahun Penjara

Aminoer Rasyid ยท Rabu, 30 Mei 2018 - 20:37 WIB
Kena OTT Polda Sumut, Kadis Penanaman Modal Terancam 20 Tahun Penjara
Direktur Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Toga Panjaitan menunjukkan barang bukti dan tersangka suap perizinan di Mapolda Sumut. (Foto: iNews.id/Aminoer Rasyid)

PADANGLAWAS, iNews.id - Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara (Sumut) Arseh Hasibuan ditetapkan tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin usaha perkebunan.

Arseh Hasibuan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tim Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara di Hotel Al-Marwah di Jalan Ki Hajar Dewantara No 99 Kelurahan Bangun Raya Kecamatan Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas, Senin (28/5/2018) sore. Penangkapan dilakukan saat pelaku akan melakukan transaksi pembayaran uang muka untuk pengurusan izin usaha perkebunan dubi daya milik PT Duta Varia Pertiwi.

Direktur Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Toga Panjaitan mengatakan, penangkapan terhadap Arseh Hasibuan tersebut atas laporan masyarakat yang merasa dirugikan oleh oknum kepala dinas tersebut atas penerbitan izin usaha perkebunan budi daya milik PT Duta Varia Pertiwi sebesar Rp50 juta.

“Ada laporan dari masyarakat, yakni perusahaan yang akan mengurus izin perkebunan. Perusahaan ini diminta bayar Rp250 juta untuk izin perkebunan. Disepakati, untuk uang panjar Rp50 juta. Kita telusuri dan akhirnya kita tangkap AH,” katanya dalam gelar perkara di Mapolda Sumut, Rabu (30/5/2018).

Dari penangkapan itu, kata Toga, petugas menyita uang tunai sebesar Rp50 juta dan sejumlah dokumen perizinan. Sampai saat ini, petugas telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya Ely Irwan Harahap yang diduga rekan kerja tersangka dari perusahaan PT Duta Varia Pertiwi yang beralamat di Desa Ujung Bati Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas. 

“Yang bersangkutan (AH) sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sekarang ditahan di Mapolda Sumut. Tersangka kita jerat Pasal 12 huruf e UU Tindak Pidana Korupsi dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Dony Sembiring mengatakan penangkapan terhadap Arseh Hasibuan, karena yang bersangkutan meminta uang sebesar Rp250 juta kepada Ely Irwan Harahap, kuasa dari PT Duta Varia Pertiwi terkait pengurusan IUP-B.

Menurut Dony, Ely Irwan Harahap menawar atas biaya pengurusan menjadi Rp100 juta. "Namun tetap saja sang Kadis tidak mau kurang dari Rp250 juta," ungkap Dony.

Arseh meminta pembayaran pertama sebesar Rp50 juta dan sisanya ditransfer melalui rekening yang akan dia tunjuk nantinya. "Kita (Tim Subdit III Tipikor Krimsus) langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan mengamankan 4 orang," ujarnya.

Empat orang tersebut, 3 di antaranya PNS Dinas Penanaman Modal, satu orang lagi merupakan pemohon izin. Keempat orang yang diamankan, yakni Ely Irwan Harahap (pemohon izin) sebagai saksi, Nurjamila Pohan (Kabid Perizinan) sebagai saksi, Retno Setya Ningsih (Kasi Pelayanan Perizinan) sebagai saksi, dan Arseh Hasibuan (Kadis P3MSP) status sementara sebagai tersangka.

Dia mengaku mengamankan barang bukti berupa mobil dinas plat BB 1064 K, uang tunai Rp50 juta yang diamankan dari mobil dinas Arseh Hasibuan, dan dokumen pengajuan izin lokasi PT Duta Varia Pertiwi, 3 unit ponsel milik Arseh Hasibuan, 2 unit ponsel milik Ely Harahap (korban).


Editor : Kastolani Marzuki