Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas di Gunungsitoli Gara-gara Tumpahkan Mi Goreng

Iman Jaya Lase ยท Rabu, 23 Oktober 2019 - 13:01 WIB
Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas di Gunungsitoli Gara-gara Tumpahkan Mi Goreng
Tersangka YG yang menganiaya paman hingga tewas bersama dua temannya dihadirkan saat pemaparan kasus di Mapolres Nias, Sumut, Rabu (23/10/2019). (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

GUNUNGSITOLI, iNews.id – Seorang keponakan tega menganiaya pamannya hingga meninggal dunia di Kota Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara (Sumut). Penyebabnya sepele, hanya karena korban tidak sengaja menumpahkan mi goreng milik tersangka.

Korban bernama Ama Sevi (40), warga Desa Awa’ai, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, meregang nyawa di tangan keponakan berinisial YG. Saat menganiaya korban, YG dibantu dua temannya WG dan DG.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan mengatakan, kasus ini terjadi pada akhir September 2019. Kronologi kejadian berawal saat korban tidak sengaja menumpahka mi goreng yang dibuat oleh tersangka untuk menyuapi anaknya. Tersangka kemudian marah dan tersinggung. Dia langsung memukuli korban bersama-sama dengan dua temannya.

“Akibat penganiayaan secara bersama-sama tersebut, pada Senin, tanggal 30 September 2019, korban kemudian terjatuh di rumah. Keluarga kemudian segera membawa korban ke rumah sakit, tapi korban meninggal dunia,” kata Deni di Mapolres Nias, Rabu (23/10/2019).

Menurut keterangan para saksi, sebelumnya YG dan dua temannya memiliki ketersinggungan kepada korban Ama Sevi pada acara pesta pernikahan di rumah saudara korban. Diduga ini juga memicu ketiga pelaku menganiaya Ama Sevi pada malam hari, yang berujung korban meninggal dunia.

Setelah korban meninggal dunia, keluarga melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian. Polisi langsung melakukan olah kejadian tempat perkara (TKP) dan melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Dari hasil autopsi, korban meninggal karena ada luka di kepala bagian belakang akibat benda tumpul yang diduga akibat penganiayaan,” kata Deni.

Polres Nias kemudian menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. Namun, baru satu di antaranya yang telah diamankan, yakni keponakan korban, YG.

“Sementara tersangka WG dan DG masih kami lakukan pencarian dan telah diterbitkan daftar pencarian orang (DPO),” katanya.

Kapolres Nias mengatakan, atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam dengan Pasal 170 Ayat 2 Huruf 3e Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun penjara.


Editor : Maria Christina