Kerangka Manusia di Tapsel Ternyata Lansia yang Hilang, Diduga Tewas Dimangsa Harimau

Wahyudi Aulia Siregar · Jumat, 19 Agustus 2022 - 21:07:00 WIB
Kerangka Manusia di Tapsel Ternyata Lansia yang Hilang, Diduga Tewas Dimangsa Harimau
Harimau Sumatera yang tertangkap kamera di Tapanuli Selatan. (Foto : Ist)

MEDAN, iNews.id - Penemuan kerangka manusia menggemparkan warga Dusun Lobutayas Sitala, Desa Lobutayas, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Diduga, kerangka tersebut yakni pria lansia berinisial SR (64) warga setempat yang hilang sepekan terakhir.

Posisi kerangka ditemukan di areal semak belukar dengan kondisi tulang belulang yang terpencar di beberapa titik pada Rabu (17/8/2022). Korban SP diduga tewas akibat dimangsa Harimau Sumatera

Direktur Yayasan Alam Liar Sumatera (YALS) Haray Sam Munthe mengatakan, SP terakhir terlihat pada Kamis (11/8/2022). Saat itu SP meninggalkan Dusun Sitalak dengan berjalan kaki menuju rumah kerabatnya di Desa Silangkitang, Kecamatan Aek Bila, Tapanuli Selatan yang berjarak sekitar 5 kilometer. 

Namun sejak itu korban hilang dan tak pernah tiba di rumah kerabatnya. Seorang kerabat SP bernama Saruddin Ritonga kemudian berniat menyusulnya.

Namun sekitar 500 meter dari Dusun Sitalak, dia menemukan tas, sepatu, parang dan beberapa potongan tulang-belulang di jalan menuju dusun tersebut. Dia juga menemukan potongan kaki yang masih terlihat jelas dan dikenali sebagai bagian tubuh SP.

"Sahruddin kemudian berusaha mengumpulkan anggota tubuh korban yang berserakan, namun dia mendengar suara- suara aneh dari balik rimbunan belukar yang diduga Harimau sumatera," ujar Haray, Jumat (19/8/2022). 

Saksi pun bergegas pulang dan memberitahu warga Dusun Adian dan  keluarga lainnya yang berdomisili di luar Desa Lobu Tayas. Malam harinya, puluh orang warga dari dusun lainnya bersama Kepala Desa Lobu Tayas mendatangi lokasi.

Namun mereka tidak berani mengumpulkan potongan tubuh korban yang hanya tersisa tulang-belulang sebab harimau tidak mau menjauh dari lokasi. 

"Pencarian ditunda hingga pagi hari dan berhasil mengumpulkan tulang-belulang korban lalu dimakamkan di Dusun Sitalak," katanya.

Saat pencarian korban, warga menemukan banyak jerat di sekitar lokasi. Pada pertengahan Juni, Yayasan Alam Liar Sumatera (YALS) bersama relawan mengangkat 40 jerat dari seling baja tidak jauh dari Dusun Sitalak, Desa Lobu Tayas dan telah melakukan sosialisasi tentang dampak pemasangan jerat terhadap harimau sumatera dan warga setempat.

Kawasan Hutan Lindung di sekitar desa Lobu Tayas yang masuk kedalam wilayah KPH V Aek Kanopan ini sudah sejak 10 tahun lalu menjadi wilayah monitoring kegiatan pelestarian alam dan perlindungan satwa khususnya harimau sumatera dari Yayasan Alam Liar Sumatera (YALS). Data Yayasan Alam Sumatera terdapat dua harimau sumatera yang memiliki teritori di sekitar Desa Lobu Tayas.

Sejak dihuninya Dusun Sitalak, Lobu Tayas ratusan tahun lalu, tidak pernah terjadi konflik di desa tersebut. Bahkan harimau sumatera bukanlah ancaman bagi penduduk desa. Tidak jarang warga berjumpa langsung dengan harimau sumatera saat beraktivitas.

Sesuai arahan Kepala Desa Lobu Tayas, warga diminta agar tidak beraktivitas dan mengosongkan Dusun Sitalak untuk jangka yang tidak ditentukan.

Yayasan Alam Liar Sumatera (YALS) telah melakukan sosialisasi dengan warga dan telah berkoordinasi dengan beberapa kepala desa terdekat juga dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara untuk mengambil langkah-langkah penanganan konflik di Desa Lobu Tayas dan desa lainnya yang berdekatan.

Editor : Donald Karouw

Follow Berita iNewsSumut di Google News

Bagikan Artikel: