Kisah Pilu Bocah Dicabuli 10 Pemuda Bertopeng di Medan, Sempat Murung dan Tertekan

Wahyudi Aulia Siregar ยท Rabu, 01 September 2021 - 14:45:00 WIB
Kisah Pilu Bocah Dicabuli 10 Pemuda Bertopeng di Medan, Sempat Murung dan Tertekan
Ilustrasi pencabulan bocah di Medan. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Peristiwa kelam dialami bocah 10 tahun di Kota Medan, Sumatra Utara. Dia diculik dan diperkosa 10 pria bertopeng di atas mobil pikap.

Usai kejadian, korban tak langsung menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tuanya. Dia hanya murung dan seakan tertekan lantaran menyimpannya dalam hati.

Melihat perubahan sikap anaknya, PA ibu korban mencoba mendekati dan mencari tahu penyebabnya.

"Malam itu saya lihat anak saya itu murung, terus saya tanya kenapa, tapi dia tidak menjawab," kata PA, Rabu (1/9/2021).

Namun batin sang ibu menduga anaknya diam karena trauma usai mengalami sesuatu yang tidak biasa. Itu karena sang anak biasanya selalu cerita tentang apa yang dialaminya.

"Dia tidak cerita, tapi air matanya menetes. Setelah saya bujuk, baru lah dia mau cerita," katanya.

Ibu korban menyebut anaknya kini mengalami trauma berat. Sejak kejadian itu, dia tak berani keluar rumah dan selalu ketakutan saat melihat mobil pikap. 

"Padahal sebelumnya dia selalu ke masjid untuk sholat. Tapi setelah kejadian itu dia tak berani keluar rumah sendiri," ucapnya. 

Diketahui, korban diculik dan dicabuli 10 pria bertopeng di atas pikap di kawasan Medan Amplas, Kota Medan pada Senin (23/8/2021).

Saat itu korban sedang dalam perjalanan ke warung untuk membeli sesuatu. Namun dia diculik dan dinaikkan ke atas mobil pikap yang bagian belakangnya ditutupi terpal. 

Di atas pikap 10 orang pelaku secara bergantian  mencabuli korban. Aksi pencabulan itu bahkan sempat direkam salah seorang pelaku. 

Korban tak berani teriak karena saat dicabuli diancam dengan pisau. Dia pun tak mengenali para pelaku karena mereka menggunakan penutup wajah (topeng). 

Setelah dicabuli, korban diantarkan kembali ke tempat awal diculik. Korban sempat disulut rokok dan kemudian ditendang turun dari mobil pikap tersebut. 

Kasus tersebut kini sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak pada Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: