Kisah Sekeluarga Diusir dari Kontrakan di Medan Viral, Bantuan Kini Terus Mengalir

Stepanus Purba ยท Senin, 27 April 2020 - 08:53 WIB
Kisah Sekeluarga Diusir dari Kontrakan di Medan Viral, Bantuan Kini Terus Mengalir
Evariani istri Junaidi Rahman saat menceritakan kondisi kesulitanm ekonomi keluarganya. (Foto: iNews/Henri Sianturi)

MEDAN, iNews.id - Kisah keluarga Junaidi Rahman beserta istri dan kelima anaknya yang kelaparan dan diusir dari kontrakan viral di media sosial. Banyak respons empati dari warganet maupun pemerintah setempat dan bantuan untuk mereka kini mulai berdatangan.

Keluarga Junaidi awalnya tinggal mengontrak di Jalan Rawa Cangkuk III, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai. Karena tidak mampu lagi membayar uang sewa, mereka pun diusir dan kini menumpang di rumah warga.

Kendati demikian, Camat Medan Denai Ali Sipahutar yang melakukan pengecekan meluruskan sedikit cerita yang berkembang. Memang benar kelurga Junaidi harus meninggalkan kontrakan karena belum bayar, namun soal kelaparan tidaklah demikian.

"Yang benar nggak sanggup bayar kontrakan rumah. Bukan nggak makan berhari-hari," kata Ali, Senin (27/4/2020).

Ali mengatakan, saat ini sudah memberikan bantuan sembako kepada keluarga Junaidi. Namun terkendala lantaran mereka bukan warga Kota Medan sehingga tak terdata sebagai penerima bantuan di Pemkot Medan.

"Tadi malam sudah kami salurkan bantuan sembako. Karena keluarga tersebut kependudukannya Kota Binjai, jadi tidak bisa kita berikan bantuan dari Pemkot Medan," ucapnya.

Camat menegaskan, pemerintah setempat mulai dari kepala lingkungan hingga lurah telah mengupayakan tempat tinggal bagi keluarga tersebut.

"Bersyukur untuk saat ini ada warga yang bersedia meminjamkan rumah kosongnya untuk mereka," kata Camat.

Dia menjelaskan, Junaidi Rahman sebagai kepala keluarga sehari-hari berlerja sebagai tukang service air conditioner (AC).

"Mungkin terdampak pandemi Covid-19 sehingga orderan service AC berkurang. Bahkan, sebenarnya masyarakat sekitar sudah sering membantu keluarga Junaidi Rahman," kata Camat.


Editor : Donald Karouw