Kondisi 3 Anak yang Didiagnosa Suspect Difteri Membaik namun Masih Dirawat Intensif

Stepanus Purba ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 22:40 WIB
Kondisi 3 Anak yang Didiagnosa Suspect Difteri Membaik namun Masih Dirawat Intensif
Dokter spesialis anak sekaligus konsultan infeksi tropis RSUP Adam Malik, dr Ayodhia Pitaloka Pasaribu. (Foto: iNews/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Kondisi kesehatan tiga anak yang didiagnosa suspect Difteri di Medan saat ini mulai membaik. Walau sudah menunjukkan perkembangan, YS (6), RS (3) dan MS (2), masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Saat ini semua dalam kondisi bagus, sudah mengalami perbaikan jauh dari pertama kali datang," kata dokter spesialis anak sekaligus konsultan infeksi tropis RSUP Adam Malik, Ayodhia Pitaloka Pasaribu, Jumat (6/12/2019).

Dia menjelaskan, pasien YS sudah diagnosa sebagai probable difteri karena datang sudah dengan leher yang bengkak dan Pseudomembrannya sudah tertutup. Terapi dari dokter menunjukkan respon yang bagus.

"Hari ini sudah bersih semua, sudah tidak ada lagi membrannya, kemudian klinis yang lain juga sudah tidak ada," katanya.

BACA JUGA: 4 Kakak Adik asal Simalungun Suspect Difteri, 1 Meninggal Dunia

Sementara untuk RS dan MS, datang dengan kondisi tidak dengan leher yang bengkak, hanya saja selaput yang masih sedikit. "Sudah kita berikan terapi, kita diagnosa sebagai suspect difteri, dan direspon dengan sangat baik," katanya.

Ayodhia mengatakan pasien MS tidak diagnosa sebagai difteri karena tidak ada klinis ke arah difteri dan tidak ada selaput. Namun pasien tetap dilakukan observasi karena kontak dengan anggota keluarga yang lain.

Sementara untuk pasien yang meninggal yakni HS (5), dia menyebutkan pasien datang dengan kondisi sudah dengan nafas yang sesak, sudah mengorok, leher bengkak, dan juga penuruan kesadaran.

BACA JUGA: Cegah DBD dan Difteri, Warga Batubara Bersih-bersih Kampung

"Pada saat sampai, tekanan darah sudah rendah, kemudian nadi juga halus. Jadi memang penyakitnya sudah cukup berat untuk mendapatkan tata laksana apapun karena progresif penyakitnya sudah berat, resikonya sangat besar untuk kematian," katanya.

Diketahui, empat anak asal Kabupaten Simalungun, Sumut didiagnosa suspect difteri. Identitas keempat anak tersebut yakni YS (6), RS (3), MS (2) dan HS (5). Keempatnya merupakan satu keluarga yang terdiri atas kakak dan adik.

Satu dari empat anak tersebut yabg berinisial HS meninggal dunia pada Rabu (3/12/2019) lalu. Sementara tiga yang lain masih dalam perawatan intesif.


Editor : Umaya Khusniah