Korban Cabul Ayah Tiri Belum Bisa Berjalan dan Alami Trauma Berat

Indra Mulia Siagian ยท Rabu, 28 November 2018 - 18:41:00 WIB
Korban Cabul Ayah Tiri Belum Bisa Berjalan dan Alami Trauma Berat
Pelaku pencabulan kepada anak tirinya sendiri, Prido Utomo Gea ditahan Polres Padangsidimpuan. (Foto: iNews/Indra Mulia).

PADANGSIDIMPUAN, iNews.id - Korban pencabulan yang dilakukan ayah tirinya hingga tidak bisa berjalan mendapat perwatan serius dari rumah sakit. Insiden tersebut juga membuat korban mengalami trauma berat hingga terganggu kesehatan psikisnya.

Ibu korban, Sinta Dewi mengatakan, menurut dokter kondisi psikis anaknya, NC, agak terganggu. Dia pun mengakui hal tersebut, karena korban sering termenung dan menangis tanpa sebab.

"Tiba-tiba bengong, lalu lama-kelamaan menangis saat melihat orang," kata Sinta kepada iNews di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (28/11/2018).

Pihak rumah sakit pun, kata dia, menyarankan agar NC dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan agar mendapat penanganan optimal. Sinta cuma berharap anaknya bisa kembali pulih, baik secara fisik maupun psikis.

"Memang sudah agak baikan. Setidaknya mau bicara sedikit-sedikit kalau sama keluarga," ujar dia.

Sebelumnya, NC (9) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri. Prido Utomo Gea (25), warga Sibulan-Bulan, Kota Padangsidimpuan, melakukan aksi bejatnya secara berulang-ulang.

Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah korban mengeluh kemaluannya sakit luar biasa sang ibu, sampai-sampai membuatnya sulit berjalan.

"Mendengar keluhan anaknya, ibu korban langsung memeriksa kemaluan bocah yang masih duduk kelas tiga sekolah dasar (SD) tersebut," katanya

Sinta, Ibu korban, pun kaget karena kemaluan anaknya yang rusak. Saat didesak, NC baru mengaku bahwa dirinya telah digauli oleh Prido, ayah tirinya.

Tak terima atas ulah pelaku, Sinta membopong anaknya ke Mapolres Padangsidimpuan. Atas laporan tersebut, polisi kemudian meringkus pelaku yang berada di sekitar rumahnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal