Kronologi 3 Perampok di Paluta Kuras Harta dan Perkosa Korban di Depan Suami

Abdul Rahman Hasibuan ยท Rabu, 14 Oktober 2020 - 12:07:00 WIB
Kronologi 3 Perampok di Paluta Kuras Harta dan Perkosa Korban di Depan Suami
Ketiga tersangka perampokan disertai perkosaan saat diamankan di Mapolsek Padangbolak. (iNews/Abdul Rahman)

PALUTA, iNews.id - Polisi mengungkap kronologi kasus perampokan disertai perkosaan di Kecamatan Haholongan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Selain menguras harta, para perampok memperkosa salah satu korban di depan suaminya dalam posisi terikat.

Identitas ketiga tersangka perampokan yakni Candra Rangkuti, Ramadhan Harahap dan Ali Mukmin Tumangor warga Tapanuli Selatan (Tapsel). Mereka beraksi di rumah pasangan suami istri berinisial SH dan PS.

Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj mengatakan, kronologi awal mula kejadian bermula saat ketiga pelaku yang diketahui sebagai pemburu babi hutan mendatangi rumah korban pada Sabtu (19/9/2020) pukul 01.30 WIB. Mereka mengetuk-ketuk pintu dan dibuka korban SH.

Awalnya, mereka berdalih meminta air minum dan sedikit makanan. Sebab, tempat tingganl pasangan suami istri ini berada di areal perladangan.

“Setelah suami korban buka pintu rumah, tersangka Candra Rangkuti menodongkan senjata api rakitan lalu menaruh pisau di lehernya. Kemudian pelaku lain mengikat kaki dan tangan korban. Tersangka Candra dan Ramadhan lalu masuk ke kamar dan melihat istri korban sedang tidur. Korban diperkosa kedua pelaku ini di depan suaminya,” ujar Kapolres, Selasa (13/10/2020).

Seusai memperkosa korban, para tersangka langsung menguras harta benda seperti uang Rp600.000, dua ponsel dan satu motor.

"Petugas Jatanras Polsek Padang Bolak langsung menangkap ketiga tersangka yang diketahui warga Tapanuli Selatan. Dua dari tiga pelaku dilumpuhkan petugas dengan timah panas,” kata Elhaj.

Tersangka Candra Rangkuti mengaku, aksi pemerkosaan itu dia lakukan dalam keadaan mabuk minuman keras (miras). Awalnya mereka hanya berniat mencuri di rumah tersebut. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 365 Ayat 2 dan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw