get app
inews
Aa Text
Read Next : Pembunuhan di Pangalengan Bandung Terungkap, Polisi Tangkap Pelaku

Kronologi Mahasiswi USU Ditemukan Tewas Membusuk dalam Rumah, Kepala Tinggal Tengkorak

Sabtu, 20 Mei 2023 - 17:44:00 WIB
Kronologi Mahasiswi USU Ditemukan Tewas Membusuk dalam Rumah, Kepala Tinggal Tengkorak
Ilustrasi Mahira Dinabila, mahasiswi semester 2 jurusan Sosiologi FISIP USU ditemukan tewas membusuk dalam rumahnya di Kompleks Rivera, Kota Medan.(Foto: ist)

MEDAN, iNews.id - Mahira Dinabila, mahasiswi semester 2 jurusan Sosiologi FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) ditemukan tewas membusuk dalam rumahnya di Komplek Rivera, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Kasus penemuan mayat ini terjadi pada Rabu (3/5/2023).

Sudah dua pekan berlalu, keluarga korban menilai kematian Mahira tidak wajar. Sebab banyak keganjilan yang terjadi mulai dari rumah tergembok dari luar hingga surat wasiat ditulis tangan diduga palsu.

Informasi diperoleh iNews, saat korban saat ditemukan sudah separuh menjadi tengkorak. Pada bagian kaki juga ditemukan seperti kulit melepuh diduga akibat luka bakar.

Kuasa hukum keluarga yang juga paman Mahira, Oky Andriasyah menceritakan, kronologi penemuan mayat berawal saat istrinya mendapat informasi Mahira sudah seminggu lebih tidak masuk kuliah. Informasi itu didapat dari teman korban lewat Direct Message (DM) Instagram.

"Istri saya dihubungi teman Mahira dari DM instagram, kok Mahira tidak masuk-masuk kampus. Karena Mahira tidak bisa dihubungi pada Rabu (3/5/2023) sekitar pukul 10 malam, kami inisiatif ke rumahnya," katanya, Kamis (18/5/2023).

Setiba di rumah Mahira, mereka melihat rumah berlantai dua tersebut dalam keadaan gelap, motor tampak berada di halaman rumah. Namun saat dilihat, pagar rumah dalam keadaan tergembok dari luar.

Karena merasa curiga, mereka akhirnya menanyakan ke satpam perumahan. Keluarga dan satpam akhirnya kembali ke rumah Mahira.

Kemudian dia dan satpam memanjat ke lantai dua rumahnya. Saat memasuki rumah itu, mereka mencium aroma busuk yang menyengat.

"Kami lihat pintu besi masih bisa terbuka dan kami dorong, terbukalah pintunya dan bau busuk tercium dari dalam rumah," katanya.

Setelah pintu rumah Mahira berhasil didobrak, keadaan rumah tampak gelap. Kemudian mereka menelusuri sumber aroma  menyengat yang ternyata dari jasad Mahira. Posisi ada di dapur dalam keadaan yang mengenaskan.

"Mohon maaf, kepalanya tinggal tengkorak, kaki kanannya kayak melepuh tapi kaki kiri kayak gosong gitu loh. Kemungkinan kayak luka bakar," ujar Oky.

Pada saat mereka berada di rumah Mahira, tiba-tiba orang tua angkat korban berinisial M datang sama istri yang baru dinikahi.

"Keduanya kayak mulai gerogi. Mereka ini harus bertanggung jawab, kenapa anak gadis ditinggal sendiri di rumah," ucapnya.

Selain itu, di lantai tempat Mahira ditemukan terlihat menguning seperti bekas terbakar. Keluarga lalu melapor polisi dan jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Namun ketika itu ayah angkatnya malah meminta agar jenazah Mahira cepat dikuburkan. Bahkan M juga keberatan jasad Mahira diautopsi.  

"Waktu itu saya belum tahu kalau ternyata M itu bukan ayah kandung Mahira. Pada pukul 02.00 WIB atau jam 04.00 WIB dibawa masuk dulu jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dimandikan bilal, baru dimakamkan," ujarnya.

Setelah pemakaman, dia bertemu dengan ayah kandung Mahira yang bernama Pariono. Saat itu Pariono mencurigai anak kandungnya meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar.

"Kematian ini kok ada kejanggalan, seorang mahasiswi USU yang soleha dan memiliki track record bagus," ucapnya.

Terpisah Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini.

"Sudah kami autopsi, sudah kami buat BAP dan kirim hasil autopsi lambung, cairan ke labfor. Kita masih menunggu untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Faidir. 

Kapolsek mengaku belum bisa memastikan apakah kematian Mahira mengarah ke pembunuhan.

"Belum dipastikan penyebabnya, kita masih menunggu hasil penyelidikan dari autopsi," ucapnya.

Diketahui, Mahira sejak bayi diasuh pasangan suami istri berinisial YA dan M. Seiring berjalannya waktu, orang tua angkat Mahira tersebut cerai. Kemudian dia tinggal bersama ibu angkatnya, sedangkan ayah angkatnya M menikah lagi. 

Pada 2020, ibu angkat Mahira meninggal dunia dan dia tinggal sendiri di rumah warisan tersebut di Komplek Rivera, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut