Kampanye Pilgub Sumut

Kunjungi Asahan, Djarot: Saya Akan Berjihad di Sumatera Utara

Stepanus Purba ยท Rabu, 04 April 2018 - 13:22 WIB
Kunjungi Asahan, Djarot: Saya Akan Berjihad di Sumatera Utara
Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat, menyapa warga di Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Rabu (4/4/2018).(Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat akan mengusung konsep jihad dalam membangun Sumatera Utara (Sumut). Dia mengungkapkan, apa yang dikerjakannya di DKI Jakarta maupun di Kota Blitar sebetulnya adalah konsep jihad. Berjihad melawan kemaksiatan, terutama berjihad melawan korupsi.

“Jadi, kalau ingin pemerintahan yang bersih, memang harus menerapkan konsep jihad. Dan, itulah yang akan kami terapkan di Sumut ini,” tutur Djarot Saiful Hidayat usai bertemu relawan DJOSS di Kantor PAC Air Joman, Jalan Kegiatan Lingkungan IV, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Rabu (4/4/2018).

Djarot menjelaskan, berjihad itu tidak boleh dipandang untuk dalam bentuk kontak fisik semata. “Berjihad yang paling berat itu adalah melawan nafsu agar tidak korupsi, tidak narkoba, tidak mencuri dan tidak menyakiti orang lain. Konsep inilah yang akan kami terapkan di Sumut,” ujarnya lagi.

Menurut calon gubernur yang berpasangan dengan Sihar Sitorus ini, tagline yang mereka usung pun sederhana, yakni ‘Semua urusan mudah dan transparan’. “Tapi implementasinya tentu tidak gampang. Butuh perjuangan,” kata Djarot.

Usai bertemu dengan para relawan, Djarot juga bertatap muka dengan masyarakat Air Joman. Kepada masyarakat yang didominasi ibu-ibu itu, Djarot kembali menyampaikan konsep Kartu Sumut Pintar bagi pelajar dari keluarga tidak mampu, di mana Kartu Sumut Pintar akan digunakan untuk meng-cover biaya sekolah SMA, SMK dan Aliyah.

“Kemudian ada Kartu Sumut Sehat, program yang diluncurkan untuk membantu biaya perobatan masyarakat tidak mampu. Bagi yang mampu, ya membantu yang tidak mampu. Konsepnya seperti itu. Kemudian, bagi pedagang yang butuh modal, akan diluncurkan Kartu Sumut Sejahtera. ” ujar Djarot menanggapi komentar salah seorang ibu-ibu.

Menurut Djarot, bagi pemimpin, yang dicari adalah bagaimana dia dikenang karena menyejahterakan masyarakat, bukan dikenang karena seberapa banyak harta yang dikumpulkan. “Sebagai umat beragama, kelak kalau sudah meninggal, yang ditanya itu kan amal ibadah, bukan berapa banyak harta yang dimiliki. Jadi saya mohon kader PAC PDIP Air Joman supaya door to door menemui masyarakat beritahukan program Djarot-Sihar dan tetap santun” ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra