Kunjungi Desa Tumorang, Djarot Nikmati Tahu Isi
MEDAN, iNews.id - Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat mengunjungi Desa Tumorang, Kecamatan Gunung Malegas, Kabupaten Simalungun, Sumut. Dalam kunjungangan Djarot menyempatkan bersilaturahmi dengan Tuan Guru Jainal Maliki untuk memohon doa restu terkait niatannya maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut periode 2018-2023.
Selain bertemu dengan Tuan Guru Jainal Maliki, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menemui nenek berusia 70 tahun bernama Mentik yang hidup seorang diri di sebuah rumah sederhana tepat di depan kediaman Tuan Guru Jainal Maliki. Kepada sang nenek, Djarot mengungkapkan rasa kagumnya karena mampu hidup mandiri.
Usai bertemu dengan sang nenek, Djarot kemudian bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Tumorang yang tinggal di sekitar rumah Tuan Guru Jainal Maliki. Djarot memilih berhenti di rumah milik Sugimin yang juga merupakan pengusaha pembuat tahu isi di Desa Tumorang.
Kepada Djarot, Sugimin mengungkapkan, dia baru mampu memproduksi tahu sebanyak 50 kilogram per hari. "Kami belum ada tenaga kerja. Saya dibantu istri dan anak-anak untuk membuat tahu," ujarnya Sugimin.
Sugimin juga mengungkapkan, tahu hasil produksinya dipasarkan di sejumlah kedai yang tersebar di Kabupaten Simalungun. Sugimin tidak luput mengajak Djarot untuk mencicipi tahu yang baru selesai digoreng. "Monggo pak, silakan dicicipi tahunya," katanya.

Disuguhkan tahu yang baru selesai digoreng, Djarot tidak ragu mencicipi tahu lengkap dengan sambal ulek. "Enak ini, sedap betul. Ini tahu jos. Ini yang harus pemerintah bantu untuk diberikan pelatihan agar usahanya semakin berkembang," ujar Djarot.
Sembari menikmati tahu isi, Djarot bercerita, saat masih kecil sering diminta ibunya untuk menggoreng tahu dirumah. "Ini aku bernostalgia dengan masa kecil dulu. Aku sering dulu goreng tahu seperti ini. Disuruh sama ibuku," ucapnya.
Djarot selanjutnya mencoba menggoreng tahu yang tengah digoreng oleh anak Sugimin. "Nih, aku pintarkan menggoreng. Yang begini aku sudah punya pengalaman," ungkapnya.
Editor: Achmad Syukron Fadillah