Kuras Rekening Nasabah BRI Rp800 juta, 2 Agen Asuransi Ditangkap

Iman Jaya Lase ยท Selasa, 17 April 2018 - 11:54 WIB
Kuras Rekening Nasabah BRI Rp800 juta, 2 Agen Asuransi Ditangkap
Kedua tersangka penipuan dan pemalsuan dokumen saat gelar perkara di Mapolres Nias, Selasa (17/4/2018). (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

GUNUNGSITOLI, iNews.id - Berhati-hatilah dalam memberikan data-data pribadi Anda ke orang tak dikenal, bisa-bisa Anda malah jadi korban penipuan. Seperti kasus yang terjadi di Nias Utara, Sumatera Utara. Dua orang oknum agen asuransi dicokok polisi, lantaran menguras uang nasabah salah satu bank dengan menggunakan dokumen palsu. Tak tanggung-tanggung, kedua pelaku membobol rekening korban hingga Rp800 juta. Atas perbuatannya itu, kedua pelaku kini meringkuk di tahanan Polres Nias.

Uang tabungan nasabah BRI atas nama Atinila Zalukhu di Bank BRI Lotu, Nias Utara, Sumatera Utara, tiba-tiba raib hingga Rp800 juta. Setelah diperiksa, belakangan diketahui kasus raibnya uang tersebut lantaran aksi pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh dua orang pelaku, yakni MHZ dan RTFZ. Keduanya diketahui sebagai agen asuransi prudential yang pernah mengambil data milik korban.

Kasus penggelapan dokumen dan pencurian dana nasabah ini pun dilaporkan oleh korban, Atinila, ke polisi. Tak butuh waktu lama, kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap Polres Nias. Dari pemeriksaan polisi diketahui, kedua pelaku memainkan peran berbeda dalam menjalankan aksinya itu.

Tersangka RTFZ, memerankan peran sebagai nasabah yang dokumennya telah dipalsukan. Sedangkan MTZ bertindak mengarahkan temannya itu. Modus pencurian uang nasabah ini terbilang baru. Hanya dengan bermodalkan surat keterangan hilang dari polisi dan surat keterangan kartu tanda penduduk dari korban, kedua pelaku berhasil menguras isi rekening korbannya.

Mulanya, pelaku mengurus surat keterangan kehilangan barang di kantor polisi. Setelah mendapatkan surat yang dimaksud, pelaku kemudian mengurus surat keterangan kartu tanda penduduk (KTP) ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Nias Utara menggunakan data diri korban Atinila Zalukhu. KTP palsu itu kemudian dilegalisir oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Dengan modal surat kehilangan dari polisi dan dokumen lain yang sudah dipalsukan itu, RTFZ meyakinkan petugas bank untuk mengganti buku tabungan korban.
Rp800 juta milik korban di rekening akhirnya berhasil dikuras tersangka selama dua kali pengambilan secara berturut-turut. Hingga akhirnya keduanya ditangkap polisi.

Petugas kemudian menyita barang bukti berupa surat keterangan KTP, buku tabungan, kartu ATM, Surat Tanda Nomor Kendaraan Mobil, satu unit ponsel dan uang pecahan Rp100.000 senilai Rp10 juta.

Kapolres Nias, AKBP Erwin Horja Sinaga menyatakan, bahwa dari pengakuan kedua tersangka, pencurian dan pemalsuan dokumen itu dilakukan tersangka dari dokumen yang dimiliki korban. Tersangka yang merupakan agen asuransi yang sempat menangani korban memanfaatkan data diri korban untuk melakukan aksinya.  

“Tindak pencurian tersebut dilakukan keduanya pada pertengahan dan akhir maret lalu. Uang nasabah tersebut berasal dari klaim asuransi almarhum suami korban,” ucap Erwin dalam gelar perkara di Mapolres Nias, Selasa (17/4/2018).  

Menurut Erwin, para pelaku ditangkap akhir maret lalu. “Mulanya kami menangkap MTZ, namun setelah dilakukan pengembangan, kami juga menangkap satu orang lainnya yakni RTFZ. Tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain dalam kasus ini,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 Ayat 4 Subsider Pasal 362 dan atau Pasal 263 atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.


Editor : Himas Puspito Putra