Laba Bersih Naik 64 Persen, MARK Tutup Tahun Buku 2020 dengan Capaian Gemilang

syarif wibowo ยท Senin, 05 April 2021 - 17:05:00 WIB
Laba Bersih Naik 64 Persen, MARK Tutup Tahun Buku 2020 dengan Capaian Gemilang
CEO PT. Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan Goh. (Foto: dok MARK)

TANJUNG MORAWA, iNews.id - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk mendapatkan laba sebesar Rp144,19 miliar pada 2021 ini. Laba yang didapatkan produsen cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen ini meningkat sebesar 63,85 persen jika dibandingkan dengan 2019, yatu sebesar Rp88 miliar.

“Gaya hidup baru akan pentingnya kesehatan mendongkrak penjualan sarung tangan, sehingga cetakan sarung tangan menjadi peranan penting dalam produksi sarung tangan," kata Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh.

Peningkatan laba bersih ini dicapai karena keberhasilan perseroan dalam penetrasi pasar baru serta strategi produksi untuk mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk. Pada 2020 lalu, MARK mencetak penjualan tertinggi sepanjang masa dengan membukukan Rp565,44 miliar, naik 56,39 persen dari tahun 2019 sebesar Rp361,54 miliar.

Hal ini terlihat dari keberhasilan perseroan menjaga margin laba kotor sebesar 42 persen dengan nilai sebesar Rp236,79 miliar. Volume produksi perseroan pum meningkat sebesar 22 persen pada 2020 menjadi 8,8 juta pieces jika dibandingkan dengan 2019 sebanyak 7,2 pieces.

Kenaikan permintaan cetakan sarung tangan ini otomatis akan mendorong kinerja Perseroan lebih positif. MARK sendiri adalah penguasa pasar global untuk cetakan sarung tangan.

Per 2020 lalu, MARK telah mencakup market shares sebesar 35 persen dengan kapasitas produksi sebanyak 800.000 pieces/bulan. Pelanggan setia MARK sampai saat ini adalah beberapa pemain utama produsen sarung tangan di pasar internasional, yakni Hartalega, Top Gloves, Kossan, dan Sri Tang.

Situasi pandemi membuat MARK berhasil melebarkan sayapnya sampai Tiongkok, mendapatkan kepercayaan dari pemain-pemain besar seperti Intco, Zhong Hong Pu Lin, dan BlueSail. Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA) meyakini permintaan sarung tangan di tingkat global tumbuh menapai 50 persen pada 2020 jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.

Sebelumnya, diprediksikan bahwa permintaan sarung tangan secara global pada 2020 mencapai 300 miliar pieces. Akan tetapi, nyatanya permintaan di masa pandemi Covid-19 meningkat menjadi sekitar 420 miliar pieces.

Hal ini dikarenakan meningkatnya kesadaran yang lebih tinggi pemakaian sarung tangan, serta diterapkannya protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 ini lebih ketat dibandingkan sebelumnya. 

Sementara itu, Malaysia tetap memegang pangsa pasar global terbesar, yaitu dengan pangsa 67 persen. Negara ini telah menjadi tujuan ekspor terbesar bagi perseroan menyusul Thailand, China dan Vietnam. Peningkatan permintaan sarung tangan global ini secara langsung akan mendorong peluang pertumbuhan MARK di tahun-tahun berikutnya.

Selama 2020, MARK menjadi tujuan utama produsen sarung tangan dunia. Hal ini menjadi pendorong  bagi meningkatnya average selling price (ASP) sekitar 15 persen. Sebagai informasi, permintaan cetakan sarung tangan global pada tahun ini melonjak lebih dari 100 persen, di mana supply seluruh dunia hanya naik lebih kurang 30 persen dan MARK terus berusaha memenuhi supply side.

MARK bahkan telah mengantongi kontrak penjualan sebesar sekitar 70 juta Dolar AS untuk pengapalan pada 2021. Produk perseroan ini laku keras seiring dengan permintaan sarung tangan secara global. 

"Pada kontrak mendatang, selain Malaysia, produsen sarung tangan juga berasal dari beberapa negara seperti China, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat,” ujar Ridwan.

Penjualan MARK selama ini berorientasi pada pasar ekspor dengan komposisi sekitar 77 persen, dan pasar domestik sekitar 33 persen. Porsi penjualan lokal meningkat menjadi 33 persen dikarenakan hasil konsolidasi dengan perusahaan anak yang baru di akuisisi pada Juli 2020 lalu.

Penjualan ekspor dari MARK sendiri terus stabil dengan komposisi ekspor 95 persen dan domestik sebesar 5 persen. Mengingat negara yang menjadi tujuan ekspor utama MARK adalah Malaysia, yang merupakan produsen sarung tangan yang memiliki 65 persen pangsa pasar sarung tangan di dunia.

Total Aset Meningkat 63,11 Persen 

Pertumbuhan kinerja operasional yang dicapai perseroan pada tahun 2020 berjalan seiring dengan peningkatan kinerja keuangan. Total Aset Perseroan sendiri meningkat sebesar 63,11 persen menjadi Rp719,72 miliar per 31 Desember 2020 jika dibandingkan dengan Rp441,25 miliar ler 31 Desember 2019.

Aset Lancar juga mengalami peningkatan sebesar 61,96 persen dengan nilai sebesar Rp356,87 miliar per 31 Desember 2020 dibandingkan dengan Rp220,34 miliar per 31 Desember 2019. Sementara itu, peningkatan Aset Tidak Lancar sebesar 64,24 persen dengan nilai Rp362,84 miliar per 31 Desember 2020 jika dibandingkan dengan Rp220,91 miliar per 31 Desember 2019. 

Peningkatan juga terjadi pada posisi Ekuitas Perseroan sebesar Rp409,47  miliar per 31 Desember 2020 dibandingkan dengan Rp299,02 miliar per 31 Desember 2019. Peningkatan Ekuitas terjadi menyusul tercapainya peningkatan Saldo Laba Ditahan sebesar Rp315,5 miliar per 31 Desember 2020 dibandingkan dengan posisi Rp200,39 miliar per 31 Desember 2019.

“Pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan akan tetap dijaga Perseroan," ucap Ridwan. (CM)

Editor : Syarif Wibowo

Bagikan Artikel: