Longsor di Tebingtinggi, Jalur Kereta Api Medan-Pematangsiantar Belum Bisa Dilalui

Stepanus Purba ยท Selasa, 17 Desember 2019 - 14:46 WIB
Longsor di Tebingtinggi, Jalur Kereta Api Medan-Pematangsiantar Belum Bisa Dilalui
Petugas PT KAI Divre I Sumut berusaha membersihkan material longsor yang menutupi jalur kereta api di Kota Tebingtinggi, Sumut, Selasa (17/12/2019). (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Material longsor yang menutupi jalur kereta api di Jalan Baja Lingge Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut), belum seluruhnya dievakusi. Akibatnya, jalur kereta api Medan-Pematangsiantar dan Pematangsiantar-Medan belum dapat dilalui hingga Selasa (17/12/2019).

PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta maaf kepada seluruh calon penumpang karena pembatalan keberangkatan KA tersebut. “Mohon maaf kepada para penumpang bahwa untuk hari ini Selasa (17/12/2019), kereta api penumpang Siantar Ekpress dan kereta barang masih mengalami pembatalan,” kata Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Ilud, Selasa (17/12/2019).

 

BACA JUGA:

Banjir di Tebingtinggi, 2.350 Kepala Keluarga Terdampak

Banjir Tebingtinggi, BMKG Sebut Curah Hujan Masih Tinggi hingga 3 Hari ke Depan

 

Ilud mengatakan, air yang sebelumnya menutup jalur kereta api kini sudah mulai surut. Namun, masih ada timbunan tanah yang menyebabkan jalur tersebut belum dapat dilalui.

“Air sudah mulai surut, tinggal kondisi jalur yang mengalami gogosan (tertutup tanah) dampak dari banjir sehingga masih terjadi rintangan di jalan,” kata Ilud.

Material longsor menutupi jalur kereta api yang berada di Kota Tebingtinggi, Sumut, Selasa (17/12/2019). (Foto: Istimewa)
Material longsor menutupi jalur kereta api yang berada di Kota Tebingtinggi, Sumut, Selasa (17/12/2019). (Foto: Istimewa)

 

Ilud mengatakan, hingga saat ini petugas sarana dan prasarana KAI Divre I Sumut bersama Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus menormalisasi jalur dengan mengerahkan sejumlah alat berat.

“Kami berupaya dalam waktu 1x24 jam, normalisasi jalur kereta api ini dapat diselesaikan sehingga kereta api bisa segera melintas,” ujarnya.


Editor : Maria Christina