Lubang Besar Sedalam 25 Meter Muncul di Permukiman Warga Dairi Sumut

Stepanus Purba · Kamis, 21 November 2019 - 15:02 WIB
Lubang Besar Sedalam 25 Meter Muncul di Permukiman Warga Dairi Sumut
Kemunculan lubang besar di tengah pemukiman yang mengakibatkan lahan ambles di Dusun Kutanangka, Desa Kempawa, Dairi, Sumut. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Kemunculan lubang besar sedalam 25 meter dengan diameter 8 meter mengejutkan warga Dusun Kutanangka Desa Kempawa, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Lubang runtuhan ini menyebabkan lahan ambles dan menimbulkan kerusakan di tengah permukiman warga.

Informasi yang dirangkum iNews.id, kemunculan lubang sudah terjadi pada Minggu (17/11/2019). Peristiwa ini bukan kali pertama, namun sudah yang ke sekian kalinya.

“Fenomena alam ini disebut dengan istilkah sinkhole. Ini sudah kejadian yang ketiga. Kami belum bisa pastikan penyebabnya karena butuh kajian dari ahli," kata Kelapa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi Bahagia Ginting, Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, untuk menggali lebih jauh soal penyebab utama kemunculan lubang tersebut, pihak telah menyurat ke BNPB. Dalam surat itu, memohon agar ada tim ahli yang datang untuk memeriksa fenomena tersebut.

"Soal penanggulangan, kami sudah menyurat. Jika belum digubris, nanti kami akan kami buatkan surat lagi melalui pak bupati," ujarnya.

Bahagia mengungkapkan, kemunculan lubang tersebut pertama kali terjadi pada awal 2016 dengan kedalaman 4 meter dan diameter 2 meter yang di tengah gedung Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Kutanangka, Desa Kempawa. Saat itu bagian lantai gereja tersebut ambles.

Kemudian pada 2018, muncul lubang menyerupai kejadian pertama. Lubang ini muncul di daerah perladangan warga yang lokasinya masih di dusun dan desa setempat.

“Sekarang pada 2019 terjadi lagi di permukiman. Sebenarnya lokasinya berdekatan. Agak unik ya saya katakan. Kok bisa muncul lubang," tuturnya.

Diketahui, akibat fenomena sinkhole ini, empat rumah warga mengalami kerusakan sehingga mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Keempat pemilik rumah diketahui bernama Sabar Ginting (45), Ripin Sembiring (42), Samaria br Ginting dan Bobby Ujung (24).


Editor : Donald Karouw