Mendagri Ungkap 3 Skenario Pandemi Covid-19 sampai 2021 saat Kunjungan ke Sumut

Antara ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 08:40 WIB
Mendagri Ungkap 3 Skenario Pandemi Covid-19 sampai 2021 saat Kunjungan ke Sumut
Suasana saat acara silaturahim Mendagri, Menkopolhukam, bersama Gubernur Sumut dan tokoh agama serta tokoh masyarakat Sumut di Grand Aston City Hall Medan pada Kamis (2/7/2020) malam. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

MEDAN, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan tiga skenario penanganan Covid-19 jika pandemi tersebut terus berlanjut hingga 2021. Hal itu dia sampaikan dalam kunjungannya ke Sumatera Utara (Sumut), Kamis (2/7/2020).

"Ada tiga skenario jika pandemi ini berlanjut sampai tahun 2021," ujarnya dalam acara silaturahim bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat Sumut di Grand Aston City Hall Medan, Kamis malam.

Dia menjelaskan, skenario pertama yakni ditemukannya vaksin. Setelah ditemukan, dua per tiga populasi harus divaksin. Diperlukan dua ampul vaksin, pertama untuk vaksin awal dan kedua sebagai penguat.

Setelah ditemukan vaksin, kata Tito, selanjutnya dilakukan proses produksi dan distribusi secara massal.

"Kemudian belum lagi harus distribusi ke daerah-daerah. Setelah itu dilakukan vaksinasinya sendiri. Artinya memerlukan waktu yang tidak singkat. Bahkan ada yang memperkirakan kalau ditemukan pada pertengahan 2021, maka mungkin baru  tuntas vaksinasinya pada 2022," katanya.

Skenario kedua yakni ditemukannya golden medication atau obat yang mujarab untuk Covid-19. Skenario ketiga yakni herd immunity. Namun, untuk skenario ketiga ini kata Tito diharapkan tidak terjadi.

"Skenario ketiga ini biarkan tertular. Yang kuat kekebalan tubuhnya survive, yang tidak kuat akan sakit atau mungkin wafat. Ini tentu skenario yang tidak kita harapkan," ujarnya.
 
Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, unsur Forkopimda Sumut dan sejumlah tokoh agama dan masyarakat.


Editor : Donald Karouw