Narkoba di Lapas Lubukpakam, BNN: Napi Bayar Sipir Rp50 Juta Per Pekan

Gusty Eddy ยท Senin, 24 September 2018 - 12:27:00 WIB
Narkoba di Lapas Lubukpakam, BNN: Napi Bayar Sipir Rp50 Juta Per Pekan
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari (dua dari kiri) saat gelar perkara narkoba beberapa wktu lalu. (Foto: dok iNews)

LUBUKPAKAM, iNews.id – Fakta baru terungkap atas kasus oknum sipir Lembaga Permasyarkatan (Lapas) Lubukpakam yang nyambi jadi kurir narkoba dan melibatkan sejumlah narapidana (napi). Hasil pengembangan, napi yang mengendalikan narkoba dari dalam sel tahanan itu membayar Rp50 juta tiap pekannya untuk kelancaran bisnis barang haram tersebut.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari mengatakan, telah memeriksa napi bernama Dekyan yang diduga mengendalikan peredaran narkoba jaringan internasional dari balik penjara tersebut.

"Untuk melancaran aksinya, Dekyan membayar para petugas berkisar antara Rp50 juta per minggu. Uang itu biasanya disebut dengan sandi bayar SPP yang dikoordinir sipir berinisial MS dan sipir lainnya,” kata Arman, Senin (24/9/2018).


Hasil penyelidikan sementara, Dekyan sudah berulang kali melakukan hal yang sama. Yakni mengendalikan penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia untuk dipakai, diedarkan dan dipergunakan merekrut napi lain agar membantu bisnisnya dari dalam Lapas Lubukpakam.

“Kasus itu terus dikembangkan untuk mengungkap keterlibatan aparat dan penyidikannya mengarah ke tindak pidana pencucian uang (TPPU),” ujar jenderal bintang dua tersebut.


Barang bukti uang tunai saat penangkapan.

Diketahui, BNN mengungkap peredaran narkoba jenis sabu dan pil ekstasi di Lapas Lubukpakam dengan menyita 36,5 kilogram (kg) sabu serta 3.000 butir pil ekstasi. Pengungkapan ini merupakan hasil operasi di Sumut pada 16 hingga 21 September 2018.

BNN melakukan penyelidikan di Lapas Lubukpakam dan menangkap Bayu seorang kurir yang mengantar contoh narkoba sabu untuk diedarkan dan digunakan di dalam Lapas sebanyak 50 gram. Paket narkoba itu diterima sipir lapas berinisial MS atas suruhan napi bernama Dekyan.

Selanjutnya MS dan Bayu ditangkap dalam lapas pada saat serah terima narkotika tersebut. Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum mendapat konfirmasi dari pihak Lapas Lubukpakam maupun Kanwil Kemenkumham Sumut.


Editor : Donald Karouw