Neneng, Gajah Sumatera di Kebun Binatang Medan Ditemukan Mati

Stepanus Purba ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 16:29 WIB
Neneng, Gajah Sumatera di Kebun Binatang Medan Ditemukan Mati
Suasana di lokasi gajah sumatera ditemukan mati di Medan Zoo di Jalan Bunga Rampe IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, Sumut, Sabtu (25/1/2020). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Kabar sedih datang dari Medan Zoo, Sumatera Utara (Sumut). Neneng, salah satu satu koleksi gajah sumatera Kebun Binatang Medan di Jalan Bunga Rampe IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, itu ditemukan mati, Sabtu (25/1/2020) pagi tadi.

Dari pantauan iNews, bangkai gajah masih tergeletak di areal kebun binatang. Namun, lokasi telah disterilisasi oleh petugas Kebun Binatang Medan.

Dokter hewan Medan Zoo, Sucitrawan mengatakan, satwa liar yang dilindungi tersebut ditemukan mati sekitar pukul 10.20 WIB. Usia Neneng saat ini diperkirakan berumur 55 tahun.

 

BACA JUGA: Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati dan Tinggal Tulang Belulang di Kebun Warga Aceh Utara 

 

Hingga kini, penyebab Neneng mati belum diketahui. Tim dokter Medan Zoo didampingi tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alama (BBKSDA) masih melakukan autopsi untuk memastikan penyebabnya.

Namun, Sucitrawan menduga kematian Neneng berkaitan dengan faktor umur. “Pertama faktor usia lah yang kita tahu. Kita kan baru bongkar (autopsi) ini. Mungkin setelah autopsi, kita tahu penyebab pastinya,” kata Sucitrawan.

 

BACA JUGA: 11 Gajah Sumatera Mati di Provinsi Aceh Sepanjang 2018

 

Menurut Sucitrawan, sebelum ditemukan mati, Neneng sempat terlihat kurang bernafsu makan selama beberapa hari. Namun, petugas Medan Zoo sudah mencoba mengatasi dengan memberikan antibiotik dan vitamin kepada gajah tersebut.

“Gejala awalnya, Neneng gak mau makan, agak lemah. Lalu kami rawat, kami infus, terus kami kasih vitamin dan antibiotik,” ujarnya.

Sampai saat ini, tim dokter masih melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab Neneng mati. Namun, pihak Kebun Binatang Medan melarang media untuk mengambil gambarnya. “Jangan ambil gambarnya. Ini melanggar kode etik dokter hewan,” ujarnya.


Editor : Maria Christina