Pandemi Corona, Kemenag Imbau Ibadah Jumat Agung dan Perayaan Paskah di Rumah

Sindonews, Adam Prawira · Senin, 06 April 2020 - 12:09 WIB
Pandemi Corona, Kemenag Imbau Ibadah Jumat Agung dan Perayaan Paskah di Rumah
Ilustrasi ibadah di Gereja Katedral. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen mengimbau umat Kristiani agar memperingati Jumat Agung dan Perayaan Paskah di rumah masing-masing. Imbauan itu disampaikan terkait mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Umat Kristiani akan memperingati wafatnya Yesus Kristus yang digelar dengan pelaksanaan sakramen perjamuan kudus pada ibadah Jumat Agung 10 April mendatang. Sementara Perayaan Paskah dalam merayakan Hari Kebangkitan pada Minggu (12/4/2020).

Baik ibadah Jumat Agung maupun Minggu Paskah, umat Kristiani biasanya merayakannya di gereja. Namun dengan adanya pandemi virus corona, maka diimbau diadakan di rumah masing-masing.

"Untuk Perayaan Paskah, Ditjen Bimas Kristen mengimbau kepada pimpinan gereja agar dilaksanakan di rumah masing-masing," kata Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag Janus Pangaribuan dalam situs Kemenag, Minggu (5/4/2020).

Dia menjelaskan, Ditjen Bimas Kristen telah mengirimkan surat imbauan pada 3 April 2020 terkait hal ini kepada pimpinan Persekutuan Gereja Aras Nasional dan Pimpinan Induk Gereja/Sinode di seluruh Indonesia.

"Kami mendorong agar Perjamuan Kudus digelar di rumah, sesuai dengan tata gereja masing-masing," ujarnya.

Perjamuan Kudus merupakan salah satu sakramen yang diakui gereja. Yaitu bagian yang tidak terpisahkan dari peristiwa kematian Tuhan Yesus Kristus dan Paskah.

Dengan Perjamuan Kudus, umat Kristiani mengingat pengorbanan darah dan tubuh Yesus Kristus. Pelayanan Perjamuan Kudus yang dilakukan umat Kristiani merupakan bentuk penghayatan akan kasih Tuhan Yesus melalui pengorbanan darah dan tubuh-Nya.

"Kalaupun para Pimpinan Induk Organisasi Gereja/Sinode seluruh Indonesia akan menggelar perayaan, kami berharap pelaksanaan Perjamuan Kudus bisa ditunda hingga bencana pandemi Covid-19 selesai, atau dilaksanakan di rumah masing-masing," ujar Janus.


Editor : Donald Karouw