Pangdam Bukit Barisan: Prajurit Siap Bergerak Bantu Perkuat Wilayah Natuna

Antara ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 12:07 WIB
Pangdam Bukit Barisan: Prajurit Siap Bergerak Bantu Perkuat Wilayah Natuna
Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah. (Foto: Antara)

MEDAN, iNews.id - Kodam I Bukit Barisan siap memberi dukungan personel untuk memperkuat wilayah Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Saat ini prajurit berstatus standby menunggu perintah.

"Kodam I/BB siap bergerak apabila diperintahkan komando atas," ujar Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah, Senin (6/1/2020).

Sebelumnya, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengimbau agar nelayan Natuna tidak cemas atas keberadaan kapal ikan asing dan Coast Goard China karena TNI hadir di Laut Natuna.

BACA JUGA: Kapal China Masih Bertahan di Natuna, TNI Tambah Kekuatan

"Tetap aja melaut, di sini kan ada kapal perang, bisa infokan pada kami," katanya seusai pimpin upacara gelar pasukan dalam operasi siaga tempur pengamanan Laut Natuna.

Menurut dia, nelayan sebaiknya menjadi mata dan telinga aparat keamanan, khususnya Angkatan Laut (AL).

"Mungkin dengan kondisi laut kita yang luas, itu tidak bisa dijangkau oleh KRI saat ini. Kan jumlahnya terbatas," katanya.

Dia meyakinkan masyarakat dan nelayan untuk terus berkoordinasi dengan TNI maupun Bakamla yang berada di Laut Natuna.

Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, Perairan Natuna merupakan wilayah ZEE Indonesia. China tidak memiliki hak apapun atas perairan tersebut.

Krisis Natuna ini berawal saat China secara sepihak mengklaim kawasan tersebut masuk ke dalam wilayah mereka dengan sebutan Nine Dash Line (sembilan garis putus-putus). Mereka menganggap Nine Dash Line sebagai wilayah Laut China Selatan seluas 2 juta kilometer persegi, berdasarkan hak maritim historisnya.


Editor : Donald Karouw