Pasangan Suami Istri di Tapanuli Tengah Terkonfirmasi Positif Covid-19

Antara · Kamis, 25 Juni 2020 - 20:07 WIB
Pasangan Suami Istri di Tapanuli Tengah Terkonfirmasi Positif Covid-19
Ilustrasi pengambilan sampel darah pasien terduga COVID-19. (Foto: Antara)

TAPTENG, iNews.id - Pasangan suami istri asal Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka kini menjalani perawatan di RSUD Tarutung, Tapanuli Utara.

“Kami sampaikan hasil Swab tes cepat molekuler (TCM) di Laboratorium RSUD Tarutung sebagai rumah sakit rujukan ditetapkan dua orang warga Kabupaten Tapanuli Tengah positif Covid-19. Kedua pasien ini merupakan pasangan suami-istri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Nursyam, Kamis (25/6/2020). 

Dia mengungkapkan, pasien perempuan keseharian bertugas sebagai tenaga kesehatan di RSU FL Tobing Sibolga. Dia ditetapkan positif Covid-19 pada hari Selasa (23/6/2020) dan pasien laki-laki, Rabu (24/6/2020). Pasien awalnya mengalami keluhan sakit perut, mulas (maag) dan diinfus sendiri di rumah selama dua hari.

"Karena tidak kunjung membaik, pada 20 Juni pasien tersebut atas inisiatif sendiri berobat ke RSU Dr FL Tobing Kota Sibolga untuk mendapat perawatan lanjut. Pasien mengalami gejala demam, batuk, sakit kepala, mual dan nyeri ulu hati,” katanya.

Keesokan harinya dilakukan pemeriksaan rapid test SARS Cov-2 COVID-19 IgG dan IgM dengan hasil reaktif.

“Pasien didiagnosa demam thypoid dan PDP (pasien dalam pengawasan) di RSU Dr. FL Tobing Kota Sibolga,” ucapnya.

Kemudian pada 22 Juni, pasien dirujuk ke RSUD Tarutung. Dan dilakukan pemeriksaan swab TCM dengan hasil positif Covid-19 pada Selasa (23/6/2020).

“Keesokan harinya pada tanggal 24 Juni 2020, suaminya yang ikut mendampingi istri juga dilakukan pemeriksaan Swab TCM dan dinyatakan positif. Kedua pasien itu kini sedang dirawat di RSUD Tarutung,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani langsung menginstrusikan jajarannya untuk bergerak cepat melakukan tracing kepada kontak erat kedua pasien. Terutama keluarga dan warga sekitar tempat tinggal pasien di Kelurahan Sihaporas Nauli, Kecamatan Pandan.

“Rapid test sudah kita lakukan kepada keluarganya dan hasilnya nonreaktif. Kemudian akan dilakukan rapid test kedua pada 7 hingga 10 hari ke depan. Kami juga telah menyemprot desinfektan di sekitar rumah tempat tinggal pasien,” kata Bakhtiar.


Editor : Donald Karouw