Pasutri Merampok di Pantai Amor Tanjungbalai, Polisi : Diotaki Istri

Henri Sianturi ยท Minggu, 25 Oktober 2020 - 23:20:00 WIB
Pasutri Merampok di Pantai Amor Tanjungbalai, Polisi : Diotaki Istri
Pasangan suami istri, S alias Izal (38) dan NSM alias Lolom (28) terlibat kasus perampokan di Pantai Amor, Kota Tanjungbalai (Foto : Istimewa)

TANGJUNGBALAI, iNews.id – Personil Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Tanjungbalai mengungkap kasus perampokan yang terjadi  di Pantai Amor, Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, pada Sabtu (24/10/2020) lalu. Dua dari tiga pelaku merupakan pasangan suami istri. Ironisnya, rencana perampokan berawal dari ide sang istri.

Identitas pasangan suami istri yang ditangkap Satreskrim Polres Tanjungbalai berinisial S Alias Izal (38) warga Jalan HM Yamin, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai dan NSM alias Lolom (28) warga Jalan  Asahan, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjung Balai. Sementara seorang tersangka lagi berinisial D masih buron.

“Peran tersangka Izal memantau dan melihat situasi di luar warung korban. Sedangkan yang merencanakan aksi pencurian adalah Lolom yang merupakan istri tersangka Izal,” ujar Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira, Minggu (25/10/2020).

AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, kasus perampokan yang dilakukan pasangan suami istri Izal dan Lolom terjadi di Pantai Amor Jalan Asahan, Sabtu pagi (24/10/2020) sekitar pukul 08.00 wib.

Pagi itu, warung milik seorang perempuan lanjut usia bernama Selmina br. Siringoringo didatangi 3 orang, satu di antaranya perempuan. Tersangka Lolom dan temannya berinisial D masuk ke dalam kios pura-pura membeli rokok, sedangkan tersangka Izal berada di luar kios mengamati situasi sekitar warung.

Melihat suasana masih sepi, tersangka D langsung menarik tas pinggang yang dipakai korban. Korban melawan hingga membuat D emosi dan memukul kepala korban hingga tak sadarkan diri. 

Saat korban Selmina Siringoringo pingsan, tersangka D dengan leluasa melucuti cincin emas serta tas korban berisi uang Rp1 juta. Sedangkan tersangka Lolom mengambil rokok yang berada di steling rokok. Usai melakukan perampokan, ketiganya langsung kabur dengan hasil jarahan.

Kasus perampokan ini selanjutnya dilaporkan ke Satreskrim Polres Tanjungbalai. Pelapor putri korban bernama Ratna (50) warga  Jalan Sehat Ujung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai.

Berdasarkan hasil cek tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan, polisi mencurigai bahwa salah satu pelaku berinisial S alias Izal. Polisi pun melakukan pengejaran dan berhasil menangkap tersangka Izal di Jalan Asahan.

Tersangka Izal pun diinterogasi dan akhirnya mengakui otak pelaku perampokan adalah istrinya, NSM alias Lolom. Polisi kemudian memburu Lolom dan berhasil menangkapnya di Jalan Veteran, Kecamatan Tanjungbalai Selatan.  Polisi juga melakukan pencarian terhadap tersangka D,  namun belum ditemukan.

“Tersangka Izal mengaku diajak istrinya untuk mencuri. Izal mengaku mendapat bagian hasil kejahatan sebesar Rp450.000, sedangkan istrinya mendapat bagian Rp550.000,” kata Kapolres Tanjungbalai.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasangan suami istri Izal dan Lolom terpaksa mendekam di sel Polres Tanjungbalai. Keduanya dijerat Pasal 365 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.


Editor : InewsTv Henri