Pegawai Kantor Desa di Dairi Jadi Tersangka Pemotongan Bantuan Langsung Tunai

Antara ยท Selasa, 02 Juni 2020 - 08:31 WIB
Pegawai Kantor Desa di Dairi Jadi Tersangka Pemotongan Bantuan Langsung Tunai
Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan (Foto: iNews.id/Stepanus Purba )

MEDAN, iNews.id - Seorang pegawai kantor Desa Buluhduri berinisial EBA ditetapkan penyidik Polres Dairi sebagai tersangka dalam kasus pemotongan dana bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terdampak pandemi Covid-19. Kasus ini terus dikembangkan untuk menjerat tersangka lainnya.

Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara (Sumut) AKBP MP Nainggolan mengatakan, penyidik Polres Dairi masih bekerja di lapangan untuk melakukan penyidikan kasus yang merugikan keuangan negara. Selain itu, polisi juga mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) dan memeriksa sejumlah saksi-saksi.

"Tidak tertutup kemungkinan akan bertambah tersangka baru. Kasus pemotongan dana BLT itu tidak mungkin dilakukan seorang diri," kata mantan Kapolres Nias Selatan tersebut, Senin (1/6/2020).

Sebelumnya, personel Unit Tipidkor Polres Dairi menetapkan EBA, seorang pegawai kantor desa sebagai tersangka dalam kasus pemotongan dana BLT bagi warga terdampak Covid-19. Modus tersangka melakukan pemotongan BLT secara sepihak dengan dalih agar bantuan tersebut bisa merata bagi warga yang tidak mendapat bantuan.

"Jadi atas kebijaksanaan pengurus desa itu, ada 59 orang yang mendapat BLT mau diratakan oleh oknum pegawai Desa Buluhduri di Kabupaten Dairi," katanya.

Selanjutnya, ada di antara warga yang merasa tidak senang, kemudian melaporkan kasus pemotongan itu ke Polres Dairi. Sejauh ini, belum dilakukan penahanan terhadap tersangka EBA karena adanya jaminan dari Kepala Desa Buluhduri Osaka Sihombing.


Editor : Donald Karouw