Pendeta dari Manado Jadi Kasus Perdana Covid-19 di Gunungsitoli

Iman Jaya Lase ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 10:42 WIB
Pendeta dari Manado Jadi Kasus Perdana Covid-19 di Gunungsitoli
Wali Kota Lakhomizaro Zebua saat konferensi pers kasus Covid-19 perdana di Gunungsitoli. (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

GUNUNGSITOLI, iNews.id - Kota Gunungsitoli yang masuk kategori zona hijau mencatat kasus perdana Covid-19. Pasien positif tersebut merupakan pelaku perjalanan yang baru datang dari Kota Manado, Sulawesi Utara.

Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua mengatakan, identitas pasien positif Covid-19 ini berinisial RL yang berprofesi sebagai seorang pendeta. Dia merupakan warga Desa Bawodesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi yang selama ini menetap di Manado.

RL pulang kampung ke tempat kelahiran di Desa Bawodesolo karena orang tuanya meninggal dunia. Dia masuk melalui Bandara Binaka pada 11 Juni 2020.

Ketika di bandara, rapid test RL menunjukkan nonreaktif Covid-19 sehingga masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP). Namun pemeriksaan rapid test kedua saat RL akan kembali ke Manado menunjukkan hasil reaktif Covid-19 pada Selasa (16/6/2020).

Selanjutnya, RL dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli untuk dilakukan pemeriksaan swab tes cepat molekuler (TCM). Hasilnya menunjukkan positif Covid-19.

"Saat ini RL dirawat isolasi di RSUD Gunungsitoli. Dinas kesehatan juga telah turun untuk menelusuri yang pernah kontak dengan dia dan melakukan rapid test anggota keluarganya dengan hasil nonreaktif," ujar Lakhomizaro yang sekaligus menjabat Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Gunungsitoli saat konferensi pers, Rabu (17/6/2020).

Wali kota mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Tetap beraktivitas seperti biasa, namun mengikuti protokol kesehatan.

Dinas Kesehatan Gunungsitoli masih terus melakukan rapid test kepada keluarga dan warga yang pernah berhubungan dengan RL saat proses penguburan orang tuanya.


Editor : Donald Karouw