Pengungsi Banjir Tebingtinggi Belum Makan dari Semalam
BUKITTINGGI, iNews.id - Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kota Tebingtinggi, sudah terjadi sejak Sabtu, 2 Desember 2017. Ketinggian banjir masih berkisar di 80 sentimeter hingga satu setengah meter.
Bahkan di pemukiman bantaran Sungai Padang, mencapai dua meter. Korban banjir mengeluhkan minimnya tenda pengungsian yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tebingtinggi. Menurut mereka tenda yang disediakan tidak sebanding dengan jumlah pengungsi.
Akibatnya, korban banjir mengungsi ke rumah kerabat, rumah ibadah, dan tenda-tenda darurat yang didirikan secara swadaya. Bahkan beberapa warga ada yang tidur di dalam mobil.
Pengungsi banjir bernama Fitri, mengungkapkan dia dan anaknya belum mendapatkan fasilitas apapun dari pemerintah. “Semalam menginap di mobil orang, posko banjirnya tidak memadai. Hingga saat ini belum ada bantuan, dari semalam kami belum makan,” ujarnya, Minggu (3/12/2017).
Saat ini, para korban banjir membutuhkan tenda, makanan siap saji, dan juga air bersih. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi, banjir telah merendam sedikitnya 4.833 rumah yang tersebar di lima kecamatan.
Banjir yang melanda Kota Tebingtinggi disebabkan meluapnya Sungai Padang dan Sungai Bahilang, karena tingginya curah hujan di hulu sungai yang berada di Kabupaten Simalungun. Banjir kali ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Editor: Muhammad Saiful Hadi