Penjelasan Polsek Sunggal terkait Kematian Salah Satu Tahanan

Stepanus Purba · Selasa, 06 Oktober 2020 - 16:34:00 WIB
Penjelasan Polsek Sunggal terkait Kematian Salah Satu Tahanan
ilustrasi korban meninggal (istimewa)

MEDAN, iNews.id - Kepolisian angkat bicara terkait kematian salah satu tahanan di Mapolsek Sunggal. Polsek Sunggal menegaskan kematian dari JDK alias Joko bukan karena mendapatkan penganiayaan dari petugas.

Kanit Reskrim Polsek SUnggal, AKP Budiman Simanjuntak mengatakan JDK alias Joko merupakan tahanan Polsek Sunggal terkait kasus pencurian dengan kekerasan dengan berpura-pura menajdi petugas. Sebelum meninggal dunia, JDK mengaku mengalami sakit di bagian lambung dan kepala pada 23 September 2020 lalu.

"Petugas kemudian membawa JDK ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, korban diberikan obat oleh petugas medis dan selanjutnya dikembalikan ke Mapolsek Sunggal," kata Budiman Simanjuntak, Selasa (6/10/2020).

Pada 25 September 2020, JDK kembali mengeluh sakit. Petugas kemudian membawa JDK ke RS Bhayangkara untuk diperiksa kembali. Petugas medis kemudian meminta JDK untuk dirawat di RS Bhayangkara.

"Korban saat itu dirawat selama tiga hari hingga tanggal 28 September 2020. Saat dirawat inap, JDK ditemani oleh pihak keluarga," ujarnya.

Tanggal 29 September 2020, korban kembali mengeluh sakit, petugas kembali mengantarkan ke RS Bhayangkara. Setelah diperiksa, JDK kemudian diperbolehkan pulang oleh tim dokter.

Selang beberapa hari, di tanggal 1 Oktober 2020, korban kembali mengeluh sakit dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara. Setelah diperiksa dokter, JDK kembali diperbolehkan pulang.

"Di tanggal 2 Oktober 2020, JDK kembali mengeluh sakit sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas kemudian membawa dia kembali ke RSU Bhayangkara. Namun saat diperiksa korban dinyatakan meninggal dunia. Sebelum sampai ke RS Bhayangkara Medan, petugas Polsek Sunggal telah memhubungi pihak keluarga untuk menyatakan JDK dalam keadaan sakit,"ucap Budiman.

Setelah pasien dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter, personel Polsek Sunggal kemudian berencana mengautopsi JDK untuk memastikan penyebab kematian korban. Namun permintaan tersebut ditolak oleh pihak keluarga. Permintaan istri korban dipenuhi, namun jenazah JDK tetap divisum luar oleh petugas.

"Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa terhadap tersangka JDK alias Joko meninggal karena dianiaya oleh oknum petugas Polsek Sunggal," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba