Perampok Berkampak Satroni Rumah Nenek 78 Tahun di Batubara, Kerugian Rp45 Juta

Sindonews, Fadly Pelka ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 20:46 WIB
Perampok Berkampak Satroni Rumah Nenek 78 Tahun di Batubara, Kerugian Rp45 Juta
Nenek Musinem (78) yang masih terguncang setelah menjadi korban perampokan di rumahnya. (Foto: SINDOnews/Fadly Pelka)

BATUBARA, iNews.id – Nenek Musinem (78) menjadi korban perampokan dalam rumahnya di Dusun Kampung Jawa, Desa Simodong, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku menggunakan penutup wajah dan membawa senjata tajam jenis kampak untuk mengancam korban.

Dalam perampokan tersebut, korban kehilangan perhiasan emas dan uang tunai serta BPKB mobil milik anaknya. Total kerugian akibat kejadian ini diperkirakan senilai Rp45 juta.

Karena kondisi nenek masih terguncang, anak korban bernama Wono mewakilinya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Indrapura, Selasa (25/02/2020). Sementara peristiwa perampokan terjadi siang bolong pada Senin (24/2/2020).

Keterangan Nenek Musinem, perampok datang saat rumah sepi pukul 11.00 WIB. Dia awalnya sedang berada di dapur dan hendak masuk ke kamar. Saat itu dia melihat pintu kamar dalam posisi terbuka hingga muncul kecurigaan.

Begitu mendekat, terlihat ada perampok memakai tutup wajah dan sedang memegang tas miliknya. Pelaku kemudian mengancam dia dengan sebuah kampak.

Meski seorang diri, Nenek Musinem berusaha menghalangi perampok saat akan kabur menuju pintu belakang dan menarik tas miliknya berisi emas serta uang. Namun perampok tersebut mengacungkan kampak hingga korban mundur dan ketakutan.

Anak korban Wono menduga pelaku perampokan sudah sangat paham letak barang berharga milik orang tuanya. Termasuk uang yang ada di sarung bantal pun diketahui dan digasak pelaku.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Indrapura Ipda Jimmy R Sitorus mengatakan sudah menerima laporan yang dibuat anak korban. Kejadian ini masih dalam penyelidikan polisi.

“Laporannya sudah kami terima dan kini dalam penyelidikan,” ujarnya, Rabu (26/2/2020).


Editor : Donald Karouw