Perampok Kantor Pos dan Rumah Warga di Simalungun Ditembak Polisi

Dharma Setiawan ยท Selasa, 16 Oktober 2018 - 09:16:00 WIB
Perampok Kantor Pos dan Rumah Warga di Simalungun Ditembak Polisi
Seorang pelaku perampokan sadis dipapah dengan kursi ke tempat gelar perkara Mapolres Simalungun, Selasa (16/10/2018). (Foto: iNews/Dharma Setiawan)

SIMALUNGUN, iNews.id - Satuan Reskrim Polres Simalungun, Sumatera Utara, menangkap enam pelaku perampokan sadis yang berhasil menggasak uang puluan juta rupiah. Empat pelaku dilumpuhkan dengan timah panas polisi karena melawan saat ditangkap.

Seorang pelaku bahkan harus dipapah menggunakan kursi karena kesakitan akibat luka tembak, saat gelar perkara di Mapolres Simalungun, Selasa (16/10/2018). Para pelaku dikenal sadis tiap menjalankan aksinya. Beberapa aksi perampokan yang dilakukan kerap disertai penganiayaan terhadap korban.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan menjelaskan, dalam menjalankan aksinya para pelaku menyewa sebuah mobil dan merampok korban dengan melakukan kekerasan.

Pada Agustus lalu, mereka berhasil menggasak rumah salah seorang warga dan membawa kabur uang Rp78 juta. “Dalam aksinya mereka melukai korban dengan sebilah kapak. Bahkan, istri korban disekap di dalam kamar mandi,” ucap Marudut, Selasa (16/10/2018).

Sebelumnya pada Juli lalu, kawanan perampok ini berhasil membobol Kantor Pos Panei Tongah dengan cara membongkar brankas menggunakan tabung oksigen. Saat ditangkap di beberapa lokasi berbeda, empat pelaku ditembak polisi karena melawan dan berusaha melarikan diri saat ditangkap.

“Keenam pelaku yakni Yusrizal, Ijon Martua Purba, Agam Wijaya. Ketiganya warga Simalungun. Sementara Timbul Marbun warga Tapanuli Utara, Boy Simbolon warga Deliserdang dan Balduin Simanjuntak warga Medan,” kata Marudut.

Guna pengembangan lebih lanjut, keenam pelaku kini ditahan di Mapolres Simalungun. Polisi masih mendalami apakah ada tersangka lain dalam kasus perampokan antarkota ini. Keenam pelau dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Editor : Himas Puspito Putra