Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren, BI Pematangsiantar Edukasi 30 Ponpes

Stepanus Purba ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 18:12 WIB
Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren, BI Pematangsiantar Edukasi 30 Ponpes
Ilustrasi Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)

ASAHAN, iNews.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar berkomitmen meningkatkan pemberdayaan ekonomi pesantren. Untuk itu diselenggarakan edukasi ekonomi dan keuangan syariah kepada 30 pesantren yang ada di wilayahnya. Yakni meliputi Kabupaten Simalungun, Asahan Batubara, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan dan Tanjungbalai, Kamis (13/2/2020).

Kepala BI Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat mengatakan, BI telah mengimplementasikan beberapa inisatif dalam mendorong ekonomi syariah. Seperti pengembangan ekosistem rantai nilai halal, penguatan kemandirian ekonomi pesantren, pemanfaatan zakat dan wakaf yang menjadi salah satu sumber pembiayaan dan optimalisasi pembayaran melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS), serta penyusunan kurikulum keuangan syariah juga kampanye halal lifestyle.

“Ini sesuai komitmen Pemerintah seperti apa yang pernah disampaikan Wakil Presiden KH Maruf Amin. Pemerintah akan memimpin langsung langkah bersama dalam mewujudkan ekonomi syariah sebagai arus baru ekonomi Indonesia. Ini yang juga akan kami lakukan melalui kegiatan edukasi ini,” ujar Edhi, Kamis (13/2/2020).

Dia mengungkapkan, khusus di BI Pematangsiantar, sejak 2018 telah diberikan bantuan alat pengolahan air minum kepada tiga pesantren yang ada di Simalungun, Asahan dan Labuhanbatu. Bantuan ini untuk mewujudkan kemandirian ekonomi di lingkungan ponpes.

“Kami juga telah mengikutsertakan beberapa pimpinan ponpes dalam berbagai iven ekonomi syariah seperti Festifal Ekonomi Suyriah dan ISEF 2017-2019. Keikutsertaan mereka diharapkan dapat memberi inisiatif dan semangat pesantren dalam mengembangkan unit usaha,” katanya.

Ke depan, BI akan terus berkomitmen dalam kegiatan peningkatan ekonomi syariah. Baik melalui kegiatan yang bersifat pengembangan secara intensif melalui edukasi maupun pemberian bantuan kepada ponpes sehingga perkembangan ekonomi syariah kepada masyarakat berjalan luas.

“Tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan kapabilitas ponpes dalam meningkatkan kemandirian ekonomi berbagai unit usaha yang dimilikinya,” ujar Edhi.

Dalam kegiatan edukasi ini, dihadirkan dua pembicara dari Departeman Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Pusat dan Ponpes Istiqomah Al Amin, Lampung Selatan. Ponpes  ini merupakan  juara dalam penyelenggaran Festival Ekonomi Syariah 2019 di Palembang.

Pembicara dari Ponpes Istiqomah Al Amin Hasannuddin mengatakan, ponpes sudah seharusnya dapat menjadi roda ekonomi syariah yang memiliki dampak langsung kepada ekonomi santri dan juga masyarakat sekitar. Jadi tidak hanya terbatas pada lingkup institusi pendidikan semata.

“Kemandirian ekonmomi sebuah ponpes mutlak diperlukan mengingat ponpes juga dapat menjadi ladang ilmu santri dalam melatih jiwa kewirausahaan sehingga diharapkan ketika sudah lulus, mampu menciptakan lapangan kerja,” kata Hasannuddin.


Editor : Donald Karouw