Perkumpulan Putra-Putri Raja Marpaung Se-Jabodetabek Resmi Terbentuk

Sindonews, Vitrianda Hilba Siregar ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 10:58 WIB
Perkumpulan Putra-Putri Raja Marpaung Se-Jabodetabek Resmi Terbentuk
Perkumpulan Putra-Putri Raja Marpaung atau Punguan Pomparan Raja Marpaung Dohot Boru (PPRMB) se-Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) resmi terbentuk. (Foto: SINDOnews/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Perkumpulan Putra-Putri Raja Marpaung atau Punguan Pomparan Raja Marpaung Dohot Boru (PPRMB) se-Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) resmi terbentuk. Komunitas ini resmi terdaftar melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Nomor AHU 0000931. AH.01.07 Tahun 2020.

Ketua umum PPRMB se-Jabodetabek Christian Binsar Marpaung mengatakan, pembentukan perkumpulan ini untuk meningkatkan hubungan erat kekeluargaan dalam satu keluarga besar Marpaung di Jabodetabek.

"Sebelumnya juga kami sudah ada perkumpulan. Namun kami memiliki cita-cita untuk melegalkan agar menjadi lebih besar berskala nasional bahkan internasional," ujar Christian di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, PPRMB se-Jabodetabek juga telah ikut bergabung dengan wadah marga Batak yang lebih besar di Jakarta, yaitu Lokus Adat Budaya Batak (LABB). LABB mempunyai tujuan mempertahankan dan melestarikan budaya Batak pada umumnya.

"Jadi kami akan mendata berapa banyak profesi atau pekerjaan yang dibidangi. Misalnya seperti notaris. Kalau ada di PPRMB untuk apa memakai yang lain. Jadi kebutuhannya pun untuk bersama. Kemarin ketika banjir kami juga membantu korban marga Marpaung yang sudah terdata di data base kami," katanya.

Sementara itu, Sekjen PPRMB Marlin P Marpaung menambahkan, komunitas ini memiliki program kegiatan sosial. Seperti bantuan banjir, pengentasan kemiskinan dan kedukaan.

"Dalam data statistik yang kami miliki pada Mei 2019 hingga saat ini terdapat 80 orang meninggal dan 70 pesta yang kami hadapi bersama dalam suka maupun duka. Meski dia tidak tergabung dalam PPRMB, kami tetap memberi dana duka,” ucapnya.

Dia menjelaskan, di Jabodetabek ada 250 marga di luar Mapaung dan itu sepakat untuk membantu pemerintah.

"Kami juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Mpu Tantular dalam pendidikan. Jadi jika ada marga Marpaung kesulitan biaya pendidikan, kami akan rekomendasikan dengan biaya 50%, baik itu Diploma, S1 dan S2," kata Marlin.


Editor : Donald Karouw