PN Medan Vonis Mati Kurir Sabu 143 Kg Asal Aceh Timur, Terdakwa Ajukan Banding

Stepanus Purba ยท Kamis, 28 November 2019 - 15:52 WIB
PN Medan Vonis Mati Kurir Sabu 143 Kg Asal Aceh Timur, Terdakwa Ajukan Banding
Terdakwa kasus pengiriman 134 kg sabu-sabu, Safrizal, saat menjalani persidangan di PN Medan Sumut, Rabu (27/11/2019). Majelis hakim memvonis mati Safrizal. (Foto: Istimewa )

MEDAN, iNews.id – Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap terdakwa pembawa 134 kilogram (kg) sabu, Safrizal, warga Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Barang haram itu dikirim dari Malaysia menuju Medan pada bulan Juni hingga Agustus 2017 lalu.

Dalam pembacaan vonis tersebut, majelis hakim yang diketuai Safril Batubara menyebutkan, terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati,” ujar Ketua Majelis Hakim, Sapril Batubara, Kamis (28/11/2019).

Vonis yang dijatuhkan hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dihukum mati. Menyikapi vonis majelis hakim, terdakwa melalui pengacaranya berencana mengajukan banding.

Pada dakwaan sebelumnya dijelaskan, peristiwa bermula pada Juni 2017. Saat itu, Safrizal dihubungi pria bernama Bang Pon yang hingga kini masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) dan menawarkan pekerjaan sebagai kurir sabu. Saat itu dia mendapat tugas mencari orang yang bisa mengambil sabu dari Malaysia, lalu diantar ke Medan.

Namun pada Agustus 2017, kurir sabu yang diduga bagian dari komplotan Safrizal ditangkap petugas Polda Sumut di dua tempat yang berbeda. Masing-masing di Hotel The Green Alam Indah Kamar VIP Nomor 8 Jalan Djamin Ginting, Beringin, Medan Selayang, dan di Showroom Mobil UD Keluarga Jalan Platina VII B Nomor 17 Kelurahan Titi Papan Kota Medan.

Saat penangkapan kurir sabu tersebut, polisi mengamankan tiga terdakwa lain, yakni Syarifuddin, Andi Saputra dan Abdul Kawi. Polisi juga menyita barang bukti sabu seberat 134,3 kg.

Polisi selanjutnya melakukan pengembangan. Pada Februari 2019, polisi berhasil menangkap Safrizal di rumahnya di Dusun Mansur Desa Tanoh Anou, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.


Editor : Maria Christina