Polisi Agendakan Reka Ulang Tahap II Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan Kamis Lusa

Stepanus Purba ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 17:02 WIB
Polisi Agendakan Reka Ulang Tahap II Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan Kamis Lusa
Tersangka Zuraidah Hanum dan Jefry Pratama saat reka ulang perencanaan pembunuhan Hakim Jamaluddin. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Polisi akan kembali melanjutkan reka ulang kasus pembunuhan Hakim Pengadilan (PN) Medan pada Kamis (16/1/2020) lusa. Rekonstruksi tahap II ini merupakan lanjutan dengan titik fokus eksekusi pembunuhan hingga pembuangan mayat Hakim Jamaluddin ke daerah perkebunan sawit di Desa Sukarame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan mengatakan, sesuai rencana, reka ulang kedua digelar Kamis (14/1/2020) pukul 09.00 WIB.

BACA JUGA: Detik-Detik Tersangka Keliling 8 Lokasi untuk Buang Mayat Hakim PN Medan Terekam CCTV

"Jadi rekonstruksi bakal digelar di dua tempat. Yakni rumah korban di Perumahan Royal Monaco dan TKP penemuan korban di Perkebunan Sawit Desa Sukarame, Deliserdang," katanya.

Menurutnya, dalam proses rekonstruksi akan melibatkan tim penyidik dari Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Kejari Medan. Ketiga tersangka juga akan dihadirkan, masing-masing Zuraidah Hanum, Jefry Pratama dan Reza Fahlevi.

"Untuk anak korban tidak perlu dihadirkan karena kan masih di bawah umur," ucapnya.

BACA JUGA: Ungkap Motif Bunuh Suami, Istri Hakim PN Medan Menangis saat Reka Ulang Pembunuhan

Sebelumnya, Direktur Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, dalam rekonstruksi tahap pertama digelar hanya untuk tahap perencanaan saja (tahap pertama). Di mana dalam rekonstruksi, terdapat 15 adegan yang diperagakan pada lima lokasi berbeda saat merencanakan pembunuhan hakim PN Medan.

Adapun, rekonstruksi berawal dari curhatan Zuraidah kepada Jefry perihal masalah rumah tangga. Saat itu muncul niat untuk membunuh suaminya karena tersangka merasa sakit hati diselingkuhi.


Editor : Donald Karouw