Polisi Gagalkan Penyelundupan 250 Kg Ganja di Padangsidimpuan, 2 Kurir Ditangkap

Stepanus Purba ยท Kamis, 09 Januari 2020 - 12:45 WIB
Polisi Gagalkan Penyelundupan 250 Kg Ganja di Padangsidimpuan, 2 Kurir Ditangkap
Barang bukti puluhan paket ganja kering yang diamankan Polres Padangsidimpuan saat gagalkan penyelundupan. (Foto: Istimewa)

PADANGSIDIMPUAN, iNews.id – Personel Polres Padangsidimpuan menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ganja, Rabu (8/1/2020). Tak tanggung-tanggung, dalam penggerebekan di Lapangan Satu Simarsayang, Kelurahan Bonan Dolok, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, polisi mengamankan 250 Kg ganja asal Mandailing Natal dan menangkap dua orang kurir.

Informasi yang dihimpun, penangkapan ini berawal dari kabar adanya transaksi narkoba di Lapangan Satu Simarsayang. Informasi dari masyarakat kemudian ditelusuri petugas dengan melakukan penyelidikan.

Saat pengembangan, petugas melihat truk berpelat nomor B 9806 TYT melintas di kawasan tersebut. Karena curiga, selanjutnya dilakukan pengejaran terhadap truk tersebut.

BACA JUGA: Viral Aksi Begal Motor Sadis Bacok Kakek 61 Tahun di Underpass Titi Kuning Medan

“Dalam pengejaran, petugas melepas tembakan ke udara sehingga sopir truk menghentikan laju kendaraan," ujar Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya, Kamis (9/1/2020).

Selanjutnya truk digeledah dan ditemukan tujuh karung berisi ratusan bal ganja kering dengan total berat 250 Kg.

"Dua orang yang membawa truk langsung kami amankan," katanya.

Identitas keduanya yakni Adi Syahputra (25) dan Pandapotan Rangkuti (43). Tersangka Adi terpaksa ditembak dengan timah panas pada bagian kaki kanan lantaran berusaha melarikan diri saat penangkapan.

“Kedua tersangka ini merupakan kurir narkoba. Salah satunya kami beri tindakan tegas karena berusaha kabur,” ujarnya.

Keterangan tersangka, barang haram tersebut mereka peroleh dari seorang bandar narkoba di Kabupaten Mandailing Natal. Rencananya, ganja ini akan di distribusikan ke Kota Padangsidimpuan.

Dalam sekali antar, mereka mengaku akan mendapat upah Rp10 juta-Rp20 juta, jika barang bisa sampai ke Kota Padangsidimpuan. Tersangka Adi mendapat Rp10 juta, sedangkan Pandapotan Rp20 juta.

“Kami tidak tahu jumlahnya. Barang (ganja) kami ambil di Simpang Pagur. Hanya disuruh antar ke Sidimpuan dan diarahkan melalui telepon,” kata Pandapotan.

Saat ini untuk kepentingan penyelidikan, kedua tersangka diperiksa Satnarkoba Polres Padangsidimpuan. Mereka dijeblos ke penjara atas perbuatannya menyelundupkan narkoba.


Editor : Donald Karouw