Polisi Pastikan Pekerja Tewas di Asahan Keracunan Makanan dan Gas

Stepanus Purba ยท Kamis, 02 Agustus 2018 - 17:52 WIB
Polisi Pastikan Pekerja Tewas di Asahan Keracunan Makanan dan Gas
Tiga jenazah pekerja tower yang tewas akibat keracunan makanan di kawasan Perkebunan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Rabu (1/8/2018). (Foto: Istimewa)

ASAHAN, iNews.id - Polisi memastikan tiga pekerja pembangunan tower yang tewas di areal perkebunan PTPN III Kebun Sei Dadap di Dusun III, Afdeling VI, Desa Heesa, Asahan, Rabu (1/8/2018) disebabkan oleh makanan yang tidak steril dan asap dari genset yang dibiarkan hidup di dalam tenda.

“Korban berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut meninggal dunia akibat keracunan makanan dan asap. Diduga bahwa ikan yang mereka makan tidak steril karena sumber air jauh dari pondok yang mereka tempati,” kata Kasatreskrim Polres Asahan, AKP M Arif, Kamis (2/8/2018).

Selain karena tidak sterilnya ikan yang mereka makan, para korban juga keracunan gas karbon monoksida yang berasal dari genset yang dibiarkan menyala di dalam tenda.

"Jadi malam itu di lokasi hujan turun. Karena takut genset basah, pelaku kemudian memasukkan genset ke dalam tenda dan dibiarkan tetap menyala. Akibatnya, asap genset yang mengandung karbon monoksida mengepul di dalam tenda dan tidak keluar, sehingga membuat korban menjadi keracunan pernapasan," ucapnya.

Arif juga membantah beredarnya kabar bahwa korban meninggal dunia karena meminum miras oplosan. "Tidak ada dugaan menenggak miras oplosan. Karena di TKP dan hasil olah TKP tidak ditemukan sisa minuman ataupun botol minuman," katanya.

Sementara itu, ihwal korban selamat, Arif mengatakan, saat ini korban masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Kisaran.

Sebelumnya diberitakan, warga di perkebunan Sei Dadap dihebohkan dengan penemuan tiga mayat yang merupakan pekerja pembangunan tower di Perkebunan Sei Dadap, Rabu (1/8/2018).

Ketiga pekerja tower tersebut yakni Dika (35) dan Diran (40) warga Sei Mangke, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara dan Riduan Eka (30) warga Desa Antara, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara. Sementara itu, satu pekerja lainnya, yakni Kiki (35) Warga Desa Antara, Kecamata Limapuluh, Kabupaten Batubara, kritis.


Editor : Himas Puspito Putra