Polrestabes Tembak Mati Bandar Sabu, 7 Kg Sabu Berhasil Disita

Ahmad Ridwan Nasution ยท Jumat, 25 September 2020 - 18:35 WIB
Polrestabes Tembak Mati Bandar Sabu, 7 Kg Sabu Berhasil Disita
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko saat memberikan keterangan pers terkait pengungkapan 7 kg sabu asal Malaysia di Mapolrestabes Medan, Jumat (25/9/2020). (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id - Satres Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran 7 kilogram (kg) sabu-sabu di Kota Medan, Rabu (23/9/2020). Dari tiga orang bandar yang ditangkap, satu di antaranya ditembak mati petugas karena melawan petugas dengan senjata api rakitan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan tiga orang yang diamankan yakni S (41) warga Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Kemudian, A (46) dan IH alias I (50) yang keduanya merupakan warga Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan.

"Tersangka A ditembak mati petugas karena melawan petugas dengan menggunakan senjata api rakitan," kata Riko, Jumat (25/9/2020).

Riko mengatakan penangkapan pelaku berawal saat Polrestabes Medan mendapatkan informasi terkait keberadaan penyelundupan sabu di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Tembung. Mendapatkan informasi, petugas kemudian menuju lokasi.

"Tim menuju ke TKP dan berhasil meringkus dua tersangka, A dan IH. Dari keduanya tim menyita barang bukti 2 kg sabu,"katanya.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, petugas kemudian mendapatkan informasi keberadaan rekannya di kawasan Jalan Glugur Rimbun, Diski, Kelurahan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal. Tim bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan tersangka S dengan barang bukti 5 kg sabu.

Namun, saat diamankan, S berusaha melakukan perlawanan dan mencoba melukai petugas dengan senjata api rakitan. Tak mau ambil risiko, petugas menembak tersangka S.

"Tersangka S meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit," ucapnya.

Hasil interogasi terhadap para tersangka, sabu itu didapatkan dari seorang bandar, N yang berada di Malaysia dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka membeli, sabu itu seharga Rp 300 juta per 1 Kg dan dijual kembali menjadi Rp 350 juta per kilonya.

"Mereka membeli 1 kg seharga Rp300 juta. Dijual kembali Rp350 juta per kilo. Hanya dalam sebulan 1 kg sabu ludes terjual," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba