Preman Viral Ancam Bakar Warung di Deliserdang Ditangkap, Begini Tampangnya
DELISERDANG, iNews.id – Pelarian Bobby Asmara, preman kampung yang viral lantaran menyiram bensin dan mengancam membakar warung di Sunggal, Kabupaten Deliserdang, ditangkap petugas. Pelaku tak berkutik saat disergap Unit Reskrim Polsek Sunggal di rumahnya, Rabu (15/4/2026).
Proses penangkapan berlangsung dramatis karena pihak keluarga sempat pasang badan dan mencoba menghalangi petugas saat akan membawa pelaku.
Mereka menolak Bobby dibawa ke kantor polisi meski sudah ditunjukkan bukti video kejahatannya.
"Sempat terjadi penghalangan dari pihak keluarga dan adu mulut dengan petugas di lapangan. Namun, sesuai prosedur, kami tetap membawa pelaku secara tegas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Harles Gultom.
Saat diinterogasi awal di lokasi, Bobby tak berkutik dan mengakui bahwa pria dalam video viral yang mengancam pemilik warung adalah dirinya.
Aksi nekat Bobby sebelumnya dipicu karena permintaannya akan uang setoran sebesar Rp250.000 ditolak oleh pemilik warung bernama Ibrahim. Bobby yang emosi kemudian menyiramkan bensin ke warung korban sambil menenteng senjata tajam.
Kini, Bobby Asmara hanya bisa tertunduk lesu saat dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Sunggal. Ia dijerat dengan pasal berlapis terkait pengancaman dan pemerasan dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.
"Pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif. Kami jerat dengan pasal pemerasan dan pengancaman," kata AKP Harles Gultom.
Sebelumnya, seorang preman kampung di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, nekat menyiramkan bensin ke sebuah warung dan mengancam akan membakarnya.
Aksi itu dilakukan karena permintaan uang setoran tak dituruti pemilik warung. Insiden tersebut terekam dalam video amatir warga dan viral di media sosial, memicu kecaman luas dari netizen.
Pemilik warung, Ibrahim, mengungkapkan, pelaku awalnya datang menagih uang sebesar Rp250.000 dengan dalih uang setoran SPSI. Namun, Ibrahim menolak memberikan uang tersebut karena kondisi pendapatannya yang pas-pasan.
Editor: Kastolani Marzuki