Preman yang Pukuli Penjual Sayur Perempuan di Pasar Gambir Deliserdang Ditangkap Polisi

Stepanus Purba ยท Selasa, 07 September 2021 - 09:57:00 WIB
Preman yang Pukuli Penjual Sayur Perempuan di Pasar Gambir Deliserdang Ditangkap Polisi
cuplikan video pelaku penganiayaan pedagang sayur di Pasar Gambir, Deliserdang. (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id - Personel Unit Reskrim Polsek Percut Seituan menangkap preman yang menganiaya seorang penjual sayur di Pasar Gambir, Percut Seituan, Deliserdang. Pelaku bernama Beni ditangkap petugas di salah satu kafe di kawasan Pasar 10 Tembung, Senin (6/9/2021) malam. 

Kapolsek Percut Seituan, AKP Janpiter Napitupulu diamankan tersangka setelah pihaknya mendapatkan laporan dari korban yang bernama Liti Wari Iman Gea (37). Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan menangkap tersangka. 

"Pelaku sudah kami amankan dari lokasi tempat pelaku nongkrong di pasar 10 Tembung. Pelaku berinisial BS, untuk selanjutnya dia kami bawa ke Polsek Percut Seituan untuk diproses hukum," kata Janpiter, Selasa (7/9/2021). 

Sebelumnya, Liti Wari Iman Gea dipukuli seorang laki-laki yang diduga preman di Pasar Gambir, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Aksi penganiayaan yang direkam warga itu kemudian diunggah di media sosial dan viral

Aksi penganiayaan yang diunggah akun Instagram info di Kota Medan @Medanheadline tersebut saat ini sudah ditonton 30.000 kali dan menuai ratusan komentar dari netizen. 

Dalam caption yang diunggah, aksi penganiayaan tersebut bermula karena pedagang sayur tersebut menolak memberikan uang kepada preman tersebut. Karena emosi, dia kemudian menganiaya pedagang sayur tersebut hingga tidak berdaya. 

Sontak, tindakan tersebut menuai kecaman dari netizen. Sejumlah netizen meminta petugas kepolisian untuk segera menangkap pelaku penganiyaan. 

"Jangan Vidio Klarifikasi Saja ya Pak Polisi, Gol kan saja" tulis akun @abdkhld. 

Sementara itu, akun @desynurjannah mengecam tindakan pelaku yang hanya berani pada perempuan. Sementara di sisi lain, salah satu akun lainnya menyayangkan tindakan warga yang hanya menonton saat penganiayaan terjadi. 

"Sayangnya yang lihat disitu gak ada hatinya juga karena membiarkan orangtua dianiayan," tulis akun @septiana_putri_tan. 

Editor : Stepanus Purba

Bagikan Artikel: