Puluhan Rumah Adat Nias Terancam Roboh akibat Tanah Bergerak
NIAS SELATAN, iNews.id – Puluhan rumah adat di salah satu desa budaya Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut), terancam roboh karena tanah bergerak yang dipicu curah hujan tinggi belakangan ini. Kondisi ini membuat para penghuni rumah takut tinggal di rumahnya dan memilih mengungsi.
Sedikitnya 20 rumah di Desa Budaya Hiliamaeta Niha, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nisel, telah mengalami keretakan di beberapa bagian rumah. Pondasi sebagian rumah juga amblas karena hujan yang terus mengguyur Nisel hampir dua pekan ini.
Di Desa Budaya yang berusia sekitar 200 tahun ini, terdapat 120 rumah adat. Rumah-rumah tersebut juga terancam amblas bila curah hujan tetap tinggi. Saat ini, di seluruh perkampungan masih berdiri rumah adat yang berjejer rapi. Namun, jika tanah bergerak terus terjadi, rumah-rumah ini terancam ambruk.
Puluhan penghuni rumah yang mengalami kerusakan harus mengungsi ke rumah tetangga dan saudara. Mereka khawatir keselamatannya terancam bila tetap berada di rumah. “Kami nggak berani lagi tinggal di sini dan sudah mengungsi karena tembok sudah terbelah dan retak-retak. Lantai juga sudah berlubang,” kata Selis Gee, salah seorang pemilik rumah.
Masyarakat setempat berharap bantuan dari pemerintah daerah setempat agar rumah rumah mereka tidak sampai roboh. Terlebih, perkampungan mereka menjadi salah satu tujuan wisata mancanegara maupun wisatawan lokal.
Editor: Maria Christina