Ratusan Buruh Geruduk Kantor Gubernur Sumut Tuntut Upah Layak

Stepanus Purba · Senin, 11 Desember 2017 - 17:07:00 WIB
Ratusan Buruh Geruduk Kantor Gubernur Sumut Tuntut Upah Layak
Ratusan buruh mengggelar aksi long march menuju Kantor Gubernur Sumut untuk menuntut penetapan upah yang layak. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Ratusan buruh dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), berdemonstrasi ke Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Senin (11/12/2017). Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Upah (KAU) mendesak penetapan upah minimum yang layak di Sumut.

Massa menuntut Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi untuk tidak menetapkan upah berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tahun 2015. Jika pemerintah daerah masih tetap menggunakan PP 78 sebagai dasar penetapan upah, maka upah buruh tidak akan pernah naik lebih dari 8 persen per tahun. “Kami menolak penentuan upah buruh berdasarkan PP No 78 Tahun 2015 karena membatasi kenaikan upah buruh. Ketentuan ini hanya membuat upah buruh murah dan tidak layak,” ujar Ketua GSBI, Eben.

Eben juga meminta agar Gubernur Sumut segera menetapkan upah sesuai dengan rekomendasi dari serikat buruh yang meminta upah minimum 2018 untuk Deliserdang sebesar Rp2.720.100. Sementara untuk Kota Medan, mereka meminta Rp2.784.731. “Sesuai dengan perhitungan buruh, upah minimum yang layak di Deliserdang Rp2.720.100 dan untuk Kota Medan Rp2.784.721,” katanya.

Buruh yang datang dari sejumlah lokasi seperti Medan Sunggal dan Tanjung Morawa ini sebelumnya berkumpul di Lapangan Merdeka Medan. Selanjutnya, mereka melakukan long march ke Kantor Gubernur Sumut untuk menyampaikan tuntutan.

Aksi buruh ini menyebabkan kemacetan jalan di sejumlah ruas jalan di seputaran Kantor Gubernur Sumut sehingga polisi bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut melakukan sejumlah pengalihan arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: