Ratusan Siswa MAN Tanjung Morawa Mengamuk, Fasilitas Sekolah Rusak

Amiruddin ยท Senin, 22 Januari 2018 - 19:33 WIB
Ratusan Siswa MAN Tanjung Morawa Mengamuk, Fasilitas Sekolah Rusak
Sejumlah siswa MA Tanjungmorawa yang berada di luar sekolah, Deliserdang. (Foto: iNews/Amiruddin)

TANJUNGMORAWA, iNews.id – Ratusan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, mengamuk, Senin (22/1/2018) pagi. Mereka merusak sejumlah fasilitas sekolah untuk memprotes kepala sekolah yang dinilai sewenang-wenang dalam memimpin.

Kericuhan ini dipicu oleh penutupan pintu gerbang sekolah pada pukul 07.05 WIB. Sementara menurut siswa, berdasarkan kesepakatan siswa dan guru, setiap Senin, pintu gerbang ditutup mulai pukul 07.20 WIB karena ada upacara bendera.

Siswa yang melihat gerbang sekolah ditutup pun kesal. Menurut pengakuan sejumlah siswa, penutupan gerbang sekolah atas perintah Kepala Sekolah MAN Tanjung Morawa berinisial LDS. Karena tidak terima dengan sikap kepala sekolah, ratusan siswa dan sejumlah guru yang masih di luar sekolah memaksa untuk masuk ke dalam untuk mengikuti upacara. Namun, aksi mereka dihadang oleh petugas security sekolah dan beberapa guru lain.

Para siswa dan guru tetap tidak terima dilarang masuk ke sekolah. Ratusan siswa yang berada di luar kemudian mendobrak pagar sekolah dan merusak beberapa fasilitas. Akibat kejadian itu, beberapa fasilitas sekolah pun rusak seperti kursi, pengeras suara, pot bunga, dan lainnya.

Kemarahan murid dan guru-guru memuncak karena selama ini mereka menganggap kebijakan yang dikeluarkan Kepala MAN Tanjungmorawa semena-mena. Bahkan menurut siswa, selama kepemimpinan kepala MAN Tanjungmorawa, tidak ada perubahan yang baik di sekolah tersebut.

"Selama ini, kami sudah kecewa dan kesal dengan kebijakan kepala sekolah MAN Tanjungmorawa karena perlakuannya semena-mena. Dia membuat kebijakan-kebijakan yang tidak adil bagi siswa. Karena itu, kami tadi yang hampir seluruhnya di luar gerbang akhirnya marah walaupun sebenarnya tidak ingin merusak. Kami hanya ingin kepala sekolah sekarang turun dan diganti," kata Fahri, siswa kelas XII MAN Tanjungmorawa.

Kericuhan di MAN Tanjungmorawa baru berakhir setelah pihak kepolisian dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Deliserdang turun ke lokasi. Mereka langsung melakukan rapat bersama pihak kepala sekolah dan para guru. Sementara seluruh siswa diminta pulang ke rumah masing-masing dan aktivitas belajar mengajar dihentikan. Kepala sekolah belum bisa dikonfirmasi terkait aksi para siswa.


Editor : Maria Christina